http://alabaspos.com/
Home  / Sport / Di Liga Santri Nusantara Pemain Kena Kartu Merah Cium Tangan ...
headline

Di Liga Santri Nusantara Pemain Kena Kartu Merah Cium Tangan Wasit

Jumat, 26 Agustus 2016 | 19:06:31
dok,azhari lubis alabaspos.com
Usai berlaga pemain santri Subulussalam ini mencium tangan wasit
Blangkejeren(alabaspos), Ada yang sangat menonjol dan menjadi perhatian penonton, saat menyaksikan Liga Santri Nusantara, yang sedang berlangsung di Stadiun Seribu Bukit Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues.

Dalam setiap pertandingan sepakbola di Indonesia ini, biasanya kerap terjadi keributan antara pemain maupun pemain dengan wasit atau penjaga garis, protes yang berlebihan bahkan wasit sering terkena bokem pemain, atau paling tidak wasit dikejar kejar pemain, ketika keputusan wasit tidak dapat diterima.

Namun dalam liga santri nusantara yang terjadi adalah sebaliknya, tidak ada cacian dan makian terhadap wasit, tidak ada protes apalagi protes yang berlebihan, padahal pemain dalam Liga Santri ini, merupakan pemain muda berusia dibawah 18 tahun, biasanya usia seperti ini memiliki emosional yang sangat tinggi dan tidak terkontrol, jika merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit, selain caci maki, wasit bahkan menjadi korban pemukulan.

Saat awak media alabaspos menyaksikan liga nusantara berlangsung 26/8 , sebelum pertandingan dimulai kedua tim, saling bersalaman namun terhadap wasit dan penjaga garis kedua kesebelasan yang siap turun berlaga, saat memberi salam kepada wasit dan kedua pejaga garis secara bergantian mereka mencium tangan wasit.

"baru kali ini selama saya menjadi wasit kedua kesebelasan yang akan berlaga dilapangan, mencium tangan wasit, dan saat terjadi pelanggaran dan wasit memberikan hukumam pemain liga santi nusantara ini, sama sekali tidak protes malah mereka tersenyum, pemain lawan yang terjerembab akibat sliding tacle, mereka datangi dan membantu kemudian bersalaman sembari meminta maaf, mereka rata rata pintar dan pandai bermain bermain sepakbola, begitu juga dengan tekhnik permainan, saya sangat terkesan adalah, mereka mampu mengontrol emosi, terkadang kalau terjadi tabrakan saat berebut bola, yang keluar dari mulut mereka mengatakan Allaaaah, terkadang Allahu Akbar, saya benar benar terkesima dan baru kali ini terjadi selama saya menjadi wasit sepakbola" ujar seorang wasit dipinggir lapangan, saat menyaksikan laga Santri Aceh Tengah lawan Santri Subulussalam.

Ketua pelaksana Liga Santri Nusantara regional II Suhaidi.Msi, mengatakan kalau cium tangan wasit saat mau berlaga dan usai berlaga di lapangan sudah biasa, yang tidak biasa ada pemain yang terkena kartu merah, sebelum keluar lapangan sipemain bola itu, mendatngi wasit dan mencium tangan wasit sebelum keluar lapangan, jadi bagi santri bermain sepakbola adalah bagian dari ukhuwah Islamiyah, artinya bagian dari silaturahmi merekatkan persaudaraan bukan menjadi permusuhan apalagi sampai menyakitkan orang lain, dan santri selain memiliki disiplin sebagai pelajar di Pondok pesantren, mereka juga punya hobi bermain sepakbola, buktinya semua santri selama liga ini digelar, tidak ada yang mengeluh mereka tetap semangat. selama liga dilaksanakan. dan memanggil pelatihnya bukan coach tetapi ustad .ujar Suhaidi.(azL)

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Selasa, 3 Oktober 2017 | 00:06:45    klik: 402

Abdul Rasad Dan Rajab Marwan Tidak Dapat Hadiri Pelantikan Bupati Gayo Lues

Rabu, 4 Oktober 2017 | 17:39:11    klik: 281

Pelaksana Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Gayo Lues Dipolisikan


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb