http://alabaspos.com/
Home  / Sosial Ekonomi / BNN Leading Sektornya,Ternyata Anggaran GDAD Kampung Agusen ...
headline

BNN Leading Sektornya,Ternyata Anggaran GDAD Kampung Agusen Gunakan Dana ADKK

Rabu, 14 Maret 2018 | 09:16:13
dok azhari lubis/alabaspos
Budi waseso saat melakukan penanaman perdana bibit kopi di Kampung Agusen
Blangkejeren(alabaspos), Mungkin publik di Kabupeten Gayo Lues sebelumnya merasa bangga dan salut pada Badan Narkotika Nasional, pasalnya program grand design alternatif development (GDAD), dimodali dari BNN dan Kementerian terkait untuk mengubah tanaman ganja ke tanaman legal lainnya, dikampung Agusen kecamatan Blangkejeren pada 26 februari lalu, tidak tangung tanggung selain kepala BNN saat itu Budi Waseso juga hadir pejabat kementerian Pertanian,Bappenas,lingkungan hidup, bahkan beberapa anggota DPR RI, jelasnya  launching DGAD cukup meriah sehingga warga Kampung Agusen ada yang mempertanyakan berapa anggaran yang dihabiskan oleh BNN dan kementerian terkait dalam acara tersebut, termasuk dalam pembagian bibit kopi sebagai tanaman alternatif.

Awa alabaspos mencoba mencari tahu sumber anggaran dari kegiatan launching GDAD dan mempertanyakannya kepada Pengulu (kades) Agusen Ramadan.

Ramadan mengakui bahwa seluruh kegiatan DGAD di Kampung Agusen mutlak menggunakan Alokasi Dana Kampung Khusus (ADKK) tahun anggaran 2018, anggaran yang digunakan lebih dari Rp 700 Juta, pencairan anggaran tersebut ujar Ramadan berdasarkan Keputusan Bupati Gayo Lues dan penggunaannya disesuaikan dengan kegiatan GDAD. 

Saat ditanyakan apa kontribusi pihak BNN dan BNNK Gayo Lues dalam kegiatan GDAD lalu, Ramadan menyebutkan hanya cangkol 20 unit alat penyiram20 unit dan sepatu bot 20 pasang, itu dibawa langsung oleh BNN bukan dari BNNK, Untuk bibit kopi sudah dialokasikan sementara ini sebanyak  9000 bibit kopi, pengaturan pengeluaran untuk anggaran DGAD sudah dibicarakan dengan Pemkab Gayo Lues bersama Sekda, jadi sudah diatur seluruh pengeluaran dalam kegiatan GDAD pada rapat rapat sebelum pelaksanaannya, sebut Ramadan.

Namun beberapa sumber mengingatkan agar kegiatan GDAD tidak melenceng penggunaan anggarannya harus sesuai koridor hukum dan aturan yang berlaku,sehingga tidak ada menjadi korban pelanggaran hukum mulai proses usulannya, pencairannnya dan penggunaannya harus tepat sasaran,apalagi uang yang digunakan bersumber dari APBK Tahun anggaran 2018, yang ditetapkan pada 13/3 oleh DPRK dan Bupati Gayo Lues.

Ketua DPRK Gayo Lues Ali Husin saat dimintai pendapatnya soal penggunaan APBK yang dialokasikan menjadi ADKK lebih dari Rp 700 Juta untuk kegiatan DGAD mengatakan, hal itu sudah biasa, sebab kita di Gayo Lues kedatangan tamu dan ada kegiatannya, sehingga dialokasikan angarannya dalam bentuk ADKK, hal seperti ini sudah beberapa kali dilakukan terhadap beberapa desa lainnya, jadi saya kira itu bukan sebuah masalah. ujarnya.(azl)  

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Senin, 7 Mei 2018 | 17:03:08    klik: 203

Masa Tugas Komisioner KIP Gayo Lues Berakhir Bulan Juli 2018

Senin, 7 Mei 2018 | 18:39:19    klik: 182

Nama TGB Semakin Dikenal di Kabupaten Gayo Lues


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Gayo Lues
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Kuliner
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Olah Raga
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Kesehatan
  • Sumut
  • Opini
  • Nasional
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb