http://alabaspos.com/
Home  / Sosial Ekonomi / Kadis PMK Gayo Lues; Anggaran Tari Saman 10.001 Peserta diPl ...
headline

Kadis PMK Gayo Lues; Anggaran Tari Saman 10.001 Peserta diPlot Dalam APPBK 2017

Selasa, 18 Juli 2017 | 22:16:24
dok.alabaspos
Ilyas Chanto Kadis PMK Gayo Lues
Blangkejeren(alabaspos), Kontroversi pelaksanaan Tari massal yang mencapai 10.001 peserta yang akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2017,menjadi polemik khususnya masalah anggaran yang dituding mencapai Rp 11 Milyar, namun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Gayo Lues Drs.H.Ilyas Chanto menepis anggaran yang begitu besar dan menepis kegiatan tersebut tanpa perencanaan dan tidak masuk dalam mata anggaran.

"Dari mana anggaran sebesar Rp 11 Milyar yang ramai dibicarakan, setahu kami di Dinas PMK ini, anggaran yang digunakan tidak lebih dari Rp 8 Milyar seluruhnya menggunakan dana Kampung yang alokasinya dari APBK Gayo Lues tahun 2017, tidak satu rupiahpun digunakan dari APBN, sebab anggaran Kampung yang alokasinya dari APBN tidak boleh digunakan selain yang tertera di peraturan Kemendes, jadi kegiatan tari saman massal yang mencapai 10.001 peserta anggarannya sudah ada dalam APPBK Kampung, dan kegiatan ini sudah direncanakan sejak tahun 2016 lalu kemudian anggaran dimasukkan pada tahun anggaran 2017 dan ada didalam ADK Kampung, dan masing masing Kampung jumlah angarannya tidak sama, seluruh penari saman nantinya memang dilaksaksanakan oleh masyarakat kampung yang ada di Kabupaten Gayo Lues, semua kagitan ini dilaksanakan dengan transparansi tidak ada yang ditutup tutupi, kemarin juga ada beberapa orang yang mengaku mahasiswa meminta Perbup untuk Kegiatan tari saman Massal ini, kami berikan kepada mereka dan kami jelaskan dari mana anggarannya" ujar Ilyas Chanto.sabtu 15/7

Sebenarnya sebut Ilyas Chanto, pelaksanaan teri saman 10.001 peserta ini merupakan agenda seluruh Kampung di Gayo Lues, sedangkan pemerintah kanupaten hanya sebagai mediator semata, apa saja tentang kegiatan tari saman nantinya, merupakan bagian dari keinginan masyarakat kampung itu sendiri, sebab anggarannya dari kampung masing masing, jika ada yang keberatan soal pelaksanaan tari saman massal itu, sebaiknya tanyakan kepada masyarakat dan perangkat kampung itu sendiri.ujar Ilyas Chanto.

Ilyas Chanto juga memaparkan bahwa tari saman sebagai warisan budaya dunia tak benda yang disahkan dan diakui oleh Unesco, ada beberapa aturan yang dibuat oleh Unesco, Budaya yang telah diakuinya, wajib dilestarikan paling tidak dua tahu sekali ada pegelarannya dan pembinaannya harus jelas. jika tidak terlihat adanya tindakkan oleh pemerintah atas budaya yang telah disahkan oleh Unesco, maka Unesco akan mencabut kembali apa yang telah sahkannya sebagai milik dunia.

"jadi kegiatan ini merupakan bagian untuk melestarikan tari saman, jika kegiatan ini dianggap menelan anggaran yang besar, harusnya pihak yang kontra memberikan masukan dan solusi yang bijak,cerdas, dengan anggaran yang kecil, siapapun dapat memberikan masukan, silahkan saja" paparnya.(azl) 


Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Selasa, 3 Oktober 2017 | 00:06:45    klik: 402

Abdul Rasad Dan Rajab Marwan Tidak Dapat Hadiri Pelantikan Bupati Gayo Lues

Rabu, 4 Oktober 2017 | 17:39:11    klik: 281

Pelaksana Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Gayo Lues Dipolisikan


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb