http://alabaspos.com/
Home  / Sosial Ekonomi / Pengusaha Batu Bata Mengeluh Karena Tidak Ada Pembeli
headline

Pengusaha Batu Bata Mengeluh Karena Tidak Ada Pembeli

Jumat, 15 Mei 2015 | 19:12:52
armen toni/alabaspos.com
Amin dengan batu batanya yang masih menumpuk belum ada pembeli
KUTACANE (ALABASPOS)Pengusaha batu bata di kawasan Kumbang Jaya Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara banyak yang mengeluh saat ini karena sepi dari pembeli,sehingga bata yang sudah jadi dan siap dipasarkan menumpuk di bangsal bangsal (pondok bata)mereka.

Seperti yang dituturkan Amin (35) warga Desa Kumbang Jaya seorang pengusaha sekaligus sebagai pekerja di bangsalnya, mengaku “payah sekarang bang karena sangat sepi pembeli padahal stok bata kita sudah cukup banyak” keluhnya.

Coba abang lihat,sudah hampir 60 ribu batu bata yang sudah masak(siap dipasarkan)masih menumpuk di dalam bangsal kita ini,kapanlah lakunya bang, Sebut Amin sambil menyeka keringat di dahinya.

Sementara bang lanjut Amin,kebutuhan keluarga semakin tinggi lain lagi hal nya,untuk membayar upah pekerja yang ada ditempatnya.

Dikatakan, saat ini pasaran harga batu bata berkisar antara Rp.380 s/d Rp.400 per bata ini harga dapur,lain lagi halnya dengan ongkos antar ketempat pemesan itu tergantung jauh dekatnya lokasi.

Coba kita hitung bang,kata Amin lagi untuk beli pasir satu truk pasir sekitar Rp.70.ribu,ongkos cetak perbuah Rp.45,untuk kayu bahan membakar Bata untuk satu eltor sebesar Rp.300.ribu,ongkos kerja menginjak lumpur dengan kerbau Rp.100 ribu untuk satu koin(satu Petak)kalau dicetak sekitar 5000 batu bata.sebut amin menjelaskan.

Kemudian ongkos membakar bervariasi tergantung banyaknya,misal kalau kita bakar Rp 20 ribu batu bata ongkosnya mencapai Rp.600 Ribu,ditambah lagi sewa air dengan menggunakan sanyo itupun disewa Rp.20 Ribu.Jadi kalau kita hitung jumlahnya besar,apalagi sempat main upah semua ungkap Amin.

Kapanlah lakunya bang barang kami sebut Amin berulang ulang, apalagi seperti kondisi sekarang ini ekonomi sangat sulit,makan pun payah tutur Amin sambil menjemur batu bata yang sudah dicetak beberapa hari yang lalu itu.

Hal senada juga disampaikan Ibu Hasiyer(50),yang mengaku payah lakunya sekarang,kalaupun ada laku hanya seribu atau dua ribu bata saja itupun dengan pasaran murah,stok sudah banyak menumpuk di dalam bangsal saat ini ungkapnya pelan.

Batu yang di jemur(yang didinding) dalam bangsal pun sudah banyak yang kering sudah siap dibakar lagi tandas Ibu Hasiyer sembari meletakkan batu bata yang barusan di cetaknya itu.

Menurut pantauan ALABASPOS dilapangan,memang hampir setiap bangsal banyak batu bata yang di susun yang siap untuk dipasarkan,itu pertanda belum ada sasaran bahan bangunan itu.

Banyak proses yang dilakukan supaya tercipta sebuah batu bata menjadi bahan bangunan,dimulai dari mencangkoli(menggemburkan tanak)di masukkan kedalam koin (tempat biasa menginjak tanah dengan kerbau supaya menjadi lumpur)di beri air kemudian di injak dengan kerbau setelah halus(masak)

Kemudian diangkat ke meja tempat Cetak,setelah itu di cetak diletakkan ditanah kemudian setelah 2 atau 3 hari kemudian di dinding (dijemur)setelah beberapa hari batunya telah terlihat kering baru disusun ke dapur pembakaran,peroses pembakaran hampir 2 hari 2 malam tergantung banyaknya jumlah bata yang dibakar.

Dan setelah dibakar sebagaimana waktu  tadi,beberapa hari kemudian bila sudah dingin bisa di bongkar dan siap dipasarkan.Semoga  sebentar lagi pemasaran batu bata bisa lancar mungkin karena para rekanan bangunan sudah jalan proyeknya dan ekonomi sudah semakin baik,bisik penulis kepada pengusaha batu bata itu pelan.Mudah mudahan.(Ar).


Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Selasa, 3 Oktober 2017 | 00:06:45    klik: 402

Abdul Rasad Dan Rajab Marwan Tidak Dapat Hadiri Pelantikan Bupati Gayo Lues

Rabu, 4 Oktober 2017 | 17:39:11    klik: 281

Pelaksana Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Gayo Lues Dipolisikan


copy right © 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb