http://alabaspos.com/
Home  / Sosial Ekonomi / Tukang Potong Minta Ampun Dengan Batu Fosil Ini
sosial ekonomi

Tukang Potong Minta Ampun Dengan Batu Fosil Ini

Selasa, 7 April 2015 | 21:46:12
dok .alabaspos.com
Batu Fosil asal Gayo Lues dengan varian didalamnya
Blangkejeren,Kawasan dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh bukan dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabica,getah pinus,ternak sapi dan kerbau,minyak sere wangi namun potensi yang ada dalam kandungan buminya khususnya batu giok atau akik,menjadikan daerah ini mulai dikenal terutama batu lumut dari kecamatan Linge Aceh Tengah.

Lalu bagaimana dengan potensi batu akik di Gayo Lues ? beberapa jenis batu akik dengan jenis dan varian juga ditemukan di kawasan ini,salah satunya adalah batu fosil yang ditemukan dalam kawasan hutan di Tongra Kecamatan Terangun,batu fosil ini sangat sekilas pada bagian tertentu mirip dengan kayu hitam sejenis kayu pakis purba,kemudian diselubungi dengan berbagai varian kristal berwarna bening,warna coklat pekat coklat bening dan ungu keabu abuan,sehingga untuk membuat perhiasan cincin atau liontin atau jenis perhiasan dari batu akik lainnya,banyak corak yang didapat dalam bongkahan batu ini,termasuk motif bulu macan,batik atau motif serat kayu,jenis batu fosil yang sangat lengkap dengan berbagai varian ini,memang tidak banyak potensinya.

Salah seorang warga dari Tongra mengatakan batu fosil tersebut ditemukan antara perbatasan Gayo Lues dengan Aceh Barat Daya,karena potensinya sedikit tidak banyak penggemar batu akik mengkoleksi batu ini,khususnya di Kabupaten Gayo Lues,bahkan sebagian penggemar batu berani bayar mahal untuk mendapatkan batu dengan motif bulu macan,atau motif batik.

Dibandingkan dengan jenis akik lainnya,batu Fosil asal Kecamatan Terangun ini terbilang sangat keras,hampir seluruh pemotong batu di Kota Blangkejeren,menolak untuk memotong batu ini,karena sangat keras dan mudah menghancurkan mata grenda walau dengan merek terbaik.

"kalau batu fosil memang kami tolak mesin dan mata grenda kami tidak mampu membelahnya,beberapa waktu lalu pernah kami coba baru mau dibelah masih separuh batu masuk grenda,mata grenda sudah hancur,batu itu luar biasa kerasnya' ujar pemilik usaha potong batu di kawasan Penampaan Blangkejeren.

Hal senada juga dialami oleh pemotong batu didekat terminal Blangkejeren,kepada media ini pemilik usaha tersebut,merasa rugi sebab mata grenda miliknya seharga Rp 650 ribu,baru dibeli hancur waktu belah batu fosil tersebut.

Untuk order membelah batu ini tukang potong batu,ada yang bersedia namun dengan bayaran yang mahal bisa tiga kali lipat dari biaya batu akik lainnya sebab resiko kerusakan pada mata grenda cukup tinggi(azl)



Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Rabu, 21 Juni 2017 | 07:38:45

PDAM Tirta Sejuk Diminta Beri Pelayanan Terbaik

TERPOPULER

Selasa, 13 Juni 2017 | 15:24:28    klik: 270

Pemkab Gayo Lues Kembali Terima WTP Untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 6 Juni 2017 | 02:31:55    klik: 116

MK : Apa Dasar Hukum 2000 Surat Suara Pada PSU Gayo Lues ?

Senin, 19 Juni 2017 | 17:16:13    klik: 116

Jasa Medis Belum Dibayar Staf RSUD Audensi Ke Bupati Gayo Lues


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb