http://alabaspos.com/
Home  / Hukum / Kariman Inspektorat Agara: Merugikan Keuangan Desa Bukan Kes ...
headline

Kariman Inspektorat Agara: Merugikan Keuangan Desa Bukan Kesalahan Administrasi

Jumat, 2 Februari 2018 | 13:33:12
dok azhari lubis/alabaspos
Kariman Kepala Inspektorat Aceh Tenggara
Kutacane(alabaspos), Kepala Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara yang baru dilantik beberapa hari lalu oleh Bupati setempat Raidin Pinim, mengatakan jajarannya mendapat tantangan yang begti berat, untuk mengawasi dan melakukan audit terhadap dana Desa di Kabupaten Aceh Tengara, apalagi Kabupaten Aceh memiliki lebih dari tiga ratus desa, bahkan menurut Kariman yang pernah bertugas sebagai Auditor di Kabupaten Gayo Lues, sebelum dipercaya sebagai Kepala Inspetorat Kabupaten Aceh Tenggara, laporan adanya dugaan penyelewangan dana desa seperti dilansir di beberapa media mencapai 67 laporan.

"tentunya untuk membereskan masalah dana desa di Kabupaten Aceh Tenggara ini, perlu kesabaran serta kerja yang fokus bagi auditor, apalagi tenaga auditior di Inspektorat ini sangat minim jumlahnya, namun demikian tentunya bukanlah sebuah halaangan jika petugas benar benar fokus dan profesional dalam menjalankan tugasnya, seharusnya para kepala desa di Aceh Tenggara memahami tentang sistem keuangan desa, pada beberapa waktu lalu beberapa kabupaten termasuk Aceh Tenggara di Undang Ke Takengon untuk pelatihan sistem keuangan desa, kebetulan saat itu saya sendiri menjadi Tutornya, namun sangat disayangkan tidak ada kepala desa dari Aceh Tenggara yang hadir dalam pelatihan tersebut, padahal kegiatan itu langsung dilaksanakan oleh Kemendes dan dibiayai dari APBN, peningkatan kemampuan aparatur desa itu sangat penting, sehingga jika ada kesalahan Administrasi dapat dilakukan perbaikan administrasinya, namun jika kesalahan itu terindikasi merugikan keuangan desa, hasil auditnya harus dilimpahkan kepada penegak hukum, sesuai dengan PP 12 tahun 2017, keuangan desa harus transparan tidak boleh di tutup tutupi, pembuatan baliho keuangan desa itu hanya sebagai garis besarnya saja, namun pelaksanaannya dilapangan harus jelas dan dapat dipertanggung jawabkan, ini merupakan tugas berat bagi kami di Aceh Tenggara ini, tetapi kami akan bekerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku, jika memang ada indikasi tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan desa, tentunya harus berhadapan dengan penegak hukum. dan kami siap melakukan audit jika memang diminta oleh penegak hukum dan hasilnya auiditnya akan kami limpahkan seperti yang kami lakukan di Kabupaten Gayo Lues" jelas Kariman.

Kariman menjelaskan sebenarnya seorang kepalam desa dapat menggunakkan dana desa, untuk menugaskan seorang seorang tenaga honor, dalam sistem keuangan desa desa, jadi tidak perlu lagi harus diupahkan, begitu juga dengan kegiatan dan program Desa, yang membuat perencanaan adalah sekreteris desa, setelah mendapat usulan dari dari dusun dalam wilayahnya dan diketahui oleh Badan perwakilan kampung (BPK) dan masyarakat, dan seluruh program desa dan perencanaan keuangan wajib tranparan dan diketahui masyarakat.

Sebelumnya ketika media ini bertemu dengan Kasi Pidsus Kejari Kutacane Fahmi.SH, mengatakan pihaknya memang sangat lemah dalam menangani kasus kerugian dana desa, pasalnya setiap laporan masyarakat yang diterima kejaksaan, harus meminta rekomendasi hasil audit dari Inspektorat. saat dimintakan rekomendasi hasil audit, selalu saja pihak inspektorat mengatakan kesalahan administrasi,sehingga kasus yang dilaporkan oleh masyarakat tidak dapat ditindak lanjuti oleh kejaksaan, kami berharap dengan Kepala Inspektorat yang baru, mampu bekerja sama dan memberikan hasil audit dana desa yang merugikan keuangan desa, bukan lagi kesalahan administasi, kami mendapat informasi kepala Inspektorat yang baru ini, merupakan auditor handal di Kabupaten Gayo Lues, dan beberapa kasus kerugian keuangan desa di Kabupaten Gayo Lues mampu diungkap dan hasilnya direkomendasikan kepada penegak hukum.

Bupati Agara Raidin Pinim saat ditanyakan tidak sedikitnya laporan masyarakat terhadap carut marutnya keuangan desa dan dugaan adanya tindak pidana korupsi, Raidin Pinim tidak membantahnya, bahkan Raidin Pinim mendukung penuh kerja Inspektorat dibawah kendali Kariman, sehingga dana desa di Aceh Tenggara benar benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidupnya.(azl)  

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Minggu, 18 Februari 2018 | 21:06:42

Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019

TERPOPULER

Jumat, 2 Februari 2018 | 12:40:23    klik: 98

Darurat Narkoba : Bupati Agara Akan Tingkatkan Status BNK Menjadi BNNK

Minggu, 18 Februari 2018 | 17:19:03    klik: 96

Santri Darul Qur an Agara Diminati Malaysia Sebagai Imam Sholat Tareweh


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb