http://alabaspos.com/
Home  / Hukum / Aparat Diminta Waspadai Masuknya Pil PPC Ke Gayo Lues
headline

Aparat Diminta Waspadai Masuknya Pil PPC Ke Gayo Lues

Selasa, 19 Desember 2017 | 22:10:45
dok istimewa
Blangkejeren(alabaspos), Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) merupakan jenis narkoba model baru dan berbentuk pil, korban pengguna jenis obat yang dilarang dijual bebas ini, sudah merebak keberbagai daerah, tentunya Kabupaten Gayo Lues bukan tidak mungkin menjadi lahan untuk beredarnya Pil PCC secara gelap, tentunya hal ini harus menjadi perhatian dari Pemkab Gayo Lues serta jajaran aparat hukum seperti Polres dan jajarannya, untuk melakukan pemantauan serta melakukan razia kepada toko obat dan apotik, apakah jenis obat ini ada dijual atau ada sindikat yang telah membawanya secara ilegal ke Gayo Lues.

"kalau kami lihat beritanya di televisi korban menggunakan pil PPC, selain kejang kejang juga ada yang meninggal dunia, tentunya jenis nerkoba ini lebih parah dampaknya dibandingkan ganja, walaupun daerah ini di cap sebagai penghasil ganja terbaik, namun belum pernah ada korban yang meninggal akibat menggunakan ganja, walaupun kita sama sama tahu bahwa ganja juga sangat dilarang, karena masuk sebagai jenis Narkoba, agar tidak ada korban terhadap masyarakat khususnya anak anak remaja, tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita semua, masyarakat wajib melaporkan jika ada menemukan peredaran Pil PCC atau jenis narkoba lainnya, agar generasi muda Gayo Lues tidak terancam masa depannya" ujar Nurdin Warga Blangkejeren.

Untuk sekedar Informasi bahwa Pengguna akan menunjukan gejala takut, panik dan cemas yang disebut dengan istilah bad trip. Tentu saja jika obat ini disalahgunakan akan menyebabkan overdosis hingga kematian jika si pengguna mengonsumsi secara berlebihan.

Kegunaan pil PCC sebenarnya untuk menghilangkan rasa sakit dan bisa digunakan untuk obat jantung, namun tidak diperkenankan dijual bebas tanpa izin dari dokter. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa obat ini merupakan obat keras. Namun Arman di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur menjelaskan bahwa kenyataanya pil PCC beredar secara bebas dan dijual kepada pelajar dengan harga Rp 25 Ribu.

Tapi apakah PCC termasuk golongan narkoba? Menurut Mufti hal tersebut bisa saja terjadi karena memiliki zat adiktif, meskipun begitu diperlukan hasil laboratorium untuk mengetahui jenis narkoba tersebut.(azl) 

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Minggu, 12 Agustus 2018 | 14:53:20    klik: 404

Pedagang Pasar Terpadu Menjerit Hutang Belum Lunas Malah di Suruh Pindah

Jumat, 10 Agustus 2018 | 18:47:17    klik: 259

Babak 16 Besar : Tujung FC 3, Canto Fc 0

Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:34:56    klik: 188

Bukit FC Ditumbangkan 0-5, Kutelintang Melaju Kebabak Final Bupati Cup


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Gayo Lues
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Kuliner
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Olah Raga
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Kesehatan
  • Sumut
  • Opini
  • Nasional
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb