http://alabaspos.com/
Home  / Hukum / M.Ali.SH : Peneliti Jaringan Survei Inisatif Aryos Nivada Se ...
headline

M.Ali.SH : Peneliti Jaringan Survei Inisatif Aryos Nivada Sebaiknya Kuliah Hukum Kembali

Senin, 1 Mei 2017 | 00:25:28
dok/ist
M.Ali.SH
Blangkejeren(alabaspos), DPO yang dikeluarkan oleh Polres Gayo Lues terhadap AR dan RM Paslon Bupati Gayo Lues, sudah kadaluarsa dan kasusnya sudah dihentikan ditingkat penyidikan, bahkan Berkas perkaranya telah ditolak oleh kejaksaan negeri Blangkejeren.

"terasa sangat aneh jika media dan narasumbernya tidak memahami hukum, khusus pemahaman aturan pada undang undang nomor 10 tahun 2016, tentang pelaksanaan  Pilkada, dalam kasus money politik AR dan RM sama sekali tidak dapat dibuktikan oleh penyidik, AR dan RM bukan melarikan diri saat hendak diperiksa oleh Penyidik, tetapi berada di Jakarta di posko Partai pendukungnya untuk menyiapkan berkas gugatan kepada Mahkamah Konstitusi, kalau benar adanya keluar surat DPO Polres Gayo Lues, harusnya ditembuskan kepada partai pendukungya sebab AR dan RM tidak berdiri sendiri sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues, tetapi diusung oleh partai politik, harusnya penyidik dalam hal ini Polres Gayo Lues, mendatangi Posko Parpol pendukungnya, sekaligus membawa surat penangkapan, bukan mengeluarkan surat DPO, jika benar benar sudah menjadi tersangka dan dapat dibuktikan secara formil dan materil, dengan dua alat bukti, apakah alat bukti itu sudah memenuhi apa belum ?, misalnya bukti uang yang diambil dari penerima, memeriksa penerima sebagai saksi bahkan sebagai tersangka jika benar adanya indikasi money politik, apakah penerima uang yang ditebarkan kepada penonton saat kampanya akbar itu, pernah dipanggil dan periksa ? pemberian uang kepada pemain tari saman dan penari bines apakah AR dan RM memberikan langsung kepada penari itu, bukankah uang itu dimasukkan dalam kotak, apakah ada janji yang dapat dibuktikan kepada pemain tari saman dan penari bines ? padahal uang dimasukkan dalam kotak, unsur money politik itu terpenuhi tidak ?." ujar M. Ali SH, advokasi tim Paslon AR dan RM kepada media ini 29/4.

Informasi yang saya terima dari Kejari Blangkejeren sebut M. Ali. SH, berkas BAP AR dan RM dua kali ditolak kejaksaan dalam tahap P 18, jaksa meminta penyidik untuk melengkapi semua barang bukti, termasuk saksi penerima uang dari tersangka termasuk barang bukti uang yang diterimanya, ini sama sekali tidak dilengkapi oleh Penyidik, barang bukti hanya video tanpa rekomendasi dari Laboratorium forensik, apakah video itu asli atau tidak, kejaksaan terus menunggu namun apa yang disampaikan oleh kejaksaan tidak terpenuhi oleh penyidik, sedangkan waktu hanya 14 hari, sesuai dengan aturan dalam Undang Undang nomor 10 tahun 2016, jika tidak dapat dibuktikan secara formil dan materi, wajib dihentikan demi hukum, dan penyidik telah menghentikan penyidikan itu, soal adanya kekosangan hukum DPO tidak dicabut namun tersangka tidak boleh ditangkap dan geledah, seperti pernyataan Kasat Reskrim Polres Gayo Lues Iptu Eko     , itu terlalu mengada ngada sebab jika penyidikan dihentikan makanya seluruhnya gugur demi hukum termasuk DPO nya, tidak ada istilah kekosongan hukum disana, karena sudah diatur dalam undang undang nomor 10 tahun 2016.

Adanya pemberitaan disalah satu media online dengan nara sumber Peneliti Jaringan Survei Inisatif Aryos Nivada, yang selalu mengungkit masalah DPO AR dan RM, Muhammad Ali mengatakan sebaiknya yang bersangkutan kembali kampus dan belajar hukum, jika menjadi peneliti dan mengomentari suatu masalah, sebaiknya dipahami dahulu duduk persoalannya, baru memberikan komentar, peneliti kog menuduh seseorang melakukan money politik dan sudah masuk DPO. padahal kasusnya sendiri tidak dipahami, saya kira itu orang kembali ke kampus belajar hukum, ujar M. Ali SH.

Pihak kejaksaan negeri Blangkejeren menyebutkan bahwa Kejati Aceh sudah memeriksa berkas AR dan RM, yang diserahkan oleh penyidik, setelah dilihat dibaca dan dipahami, pihak Kejati Aceh membenarkan bahwa berkas AR dan RM yang diserahkan oleh Penyidik saat P 18, tidak memenuhi unsur dan fakta hukum, dan tidak dapat ditindak lanjuti oleh kejaksaan.

"kami bukan main main berkas ini sudah di lihat dan dibaca oleh Kejati Aceh, dan pihak Kejati juga mengakui bahwa berkas AR dan RM tidak mungkin dapat ditindak lanjuti, jika dipaksakan dibawa kepengadilan jelas jelas ditolak oleh hakim, karena secara formil dan materi saja tidak terpenuhi" ujar sumber di Kejaksaan negeri Blangkejeren.( Azl) 
 

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Selasa, 3 Oktober 2017 | 00:06:45    klik: 407

Abdul Rasad Dan Rajab Marwan Tidak Dapat Hadiri Pelantikan Bupati Gayo Lues

Senin, 16 Oktober 2017 | 21:34:27    klik: 389

Mantan Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim Perkuat Barisan Partai PNA


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb