http://alabaspos.com/
Home  / Politik / Selamatkan Partai Golkar Dengan Munas Secepatnya
politik

Selamatkan Partai Golkar Dengan Munas Secepatnya

Selasa, 12 Agustus 2014 | 22:57:26
dok .alabaspos.com
Azhari Lubis Fungsionaris Golkar Aceh
Blangkejeren,Kondisi partai Golkar saat ini memang dalam kondisi dilema,disatu sisi secara kepartaian Golkar berkoalisi dengan Capres yang kalah,yang tergabung dalam koalisi merah putih,Golkar sendiri memilih berkoalisi di Kubu Prabowo-Hatta,disaat waktu untuk berkoalisi akan segera habis,Hasil Munas Darurat menyerahkan sepenuhnya kebijakan partai kepada Abu Rizal Bakri(ARB) sebagai Ketua Umum,dan keputusan ARB yang begitu cepat berkoalisi dengan Kubu Prabowo-Hatta,ternyata dapat dikatakan sebagai penumpang Bus yang mendapat bangku tempel.

Demikian dikatakan Azhari Lubis salah seorang Fungsionaris Partai Golkar Aceh yang juga pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Gayo Lues,kepada media ini selasa 12/8/2014.

"Bayangkan Partai Golkar merupakan partai terakhir yang masuk dalam rombongan Prabowo-Hatta,seharusnya sebagai Partai pemenang kedua pada Pilpres Partai Golkar wajib mengusung Capresnya dengan berkoalasi dengan salah satu partai,partai apa saja yang memenuhi kuota di Parlement,apakah dengan Partai Demokrat atau partai lainnya,dengan catatan ARB wajib Legowo dengan tidak memaksakan diri sebagai Capres,sebab ARB tidak memiliki nilai jual yang tinggi jika jadi Capres,bisa saja kader Golkar lainnya seperti Sultan Hamengkubowono,atau kader muda Golkar lainnya,dan wapresnya dari partai yang berkoalisi,jika ini terjadi, maka Pilpres lalu akan ramai,sebab mesin partai Golkar akan berfungsi dari seluruh kepengurusan,soal kalah menang menang dalam Pilpres,itu persoalan belakang tetapi dampaknya bagi Partai Golkar akan sangat berwibawa dimata rakyat,bukan ikut dalam rombongan Bus Capres namun dapat bangku tempel,inilah  salah satu penyebab kader Golkar ramai ramai nyebrang ke Jokowi karena melihat Jusuf Kalla ada disana,dan secara felling politik kader Golkar yang membelot ke Jokowi-JK,ternyata memang briliant,Jokowi-JK mampu meraup suara terbanyak dan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden hasil penghitungan KPU" Ujar Azhari Lubis.

Azhari Lubis juga mengatakan soal pemecatan Kader Golkar oleh ARB,merupakan tindakan arogan dan semena mena.

"kalau mau memecat kader Golkar saya sendiri bersedia di pecat karena hak pilih saya tidak untuk Prabowo-Hatta,karena sebagai kader kami menunggu ada capres dari Golkar,bukannya nempel ke kubu lain dalam waktu yang kepepet,sebaiknya ARB juga harus mengoreksi diri sebagai Ketum Golkar,selama ini kinerja dan prestasinya di Golkar itu apa ?,Program UKMnya Bagaimana ?,program kartu anggota Golkar yang berasuransi sudah ada apa belum ?,itu saja ngk becus kog mau maen pecat seenaknya,seharusnya ARB bangga, sebagian kadernya mampu memenangkan Jokowi-JK,sehingga Golkar dapat merapat ke Jokowi-JK dalam pemerintahan,dan berkoalisi di Parlement,sebab bagi Golkar sejak lahirnya diharamkan menjadi penyeimbang seperti istilah ARB(oposisi),Golkar dengan berbagai cara harus ikut dalam Pemerintahan,itu sudah ketentuan berlaku sejak Golkar lahir,ingat itu..Golkar tidak akan pernah jadi oposisi karena sifatnya adalah Karya"terang Azhari Lubis.

Azhari Lubis menilai apa yang terjadi saat ini,dimana kader Golkar ramai ramai meminta untuk Munas dipercepat,itu merupakan hal yang sangat wajar dan tidak melanggar AD/ART,kalau perlu Munaslub,sebab kondisi Partai Golkar saat ini sudah aut autan,Golkar harus kembali kepada Pradigma barunya,membuat perubahan besar dengan memunculkan kader kader muda yang lebih energik,briliant dan cerdas tanpa mementingkan kelompok dalam partai,Golkar wajib melahirkan kader yang berprestasi dicintai rakyat dan mampu mengemban sepenuhnya aspirasi rakyat,seperti motto Partai "Suara Golkar Suara Rakyat",kader kader yang sudah Uzur dan hanya ingin mengambil keuntungan di partai,sudah saatnya disingkirkan dari kepengurusan,serahkan Golkar kepada kader kader beringin mudanya.

"Ibarat pohon beringin kader yang sudah tidak muda lagi,cukuplah jadi penasehat atau dewan pertimbangan,serahkan pada  kader beringin muda,untuk lebih tumbuh dan berkembang,menjadi beringin yang dapat benar benar menjadi pohon pelindung bagi rakyat Indonesia,jika Golkar tidak ingin ditinggalkan rakyat dan pemilihnya,bahkan kader mudanya,sudahlah kalau sudah merasa gagal sebaiknya legowo saja,tidak perlu ngotot mempertahankan diri merasa lebih baik dan merasa lebih benar,demi kebesaran Golkar kedepan,kembali pada AD/ART dalam mengambil keputusan dan kebijakan,bukan karena suka atau tidak suka.(irham)  

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Rabu, 21 Juni 2017 | 07:38:45

PDAM Tirta Sejuk Diminta Beri Pelayanan Terbaik

TERPOPULER

Selasa, 13 Juni 2017 | 15:24:28    klik: 267

Pemkab Gayo Lues Kembali Terima WTP Untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 6 Juni 2017 | 02:31:55    klik: 114

MK : Apa Dasar Hukum 2000 Surat Suara Pada PSU Gayo Lues ?

Senin, 19 Juni 2017 | 17:16:13    klik: 112

Jasa Medis Belum Dibayar Staf RSUD Audensi Ke Bupati Gayo Lues


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb