http://alabaspos.com/
Home  / ACEH TENGGARA / Reboisasi Hutan TNGL Ditenggarai Sarat Masalah
aceh tenggara

Reboisasi Hutan TNGL Ditenggarai Sarat Masalah

Warga Agara Minta Andi Basrul Dicopot
Rabu, 3 Juni 2015 | 21:05:26
dok .alabaspos.com
Ribuan bibit Pohon Meranti program rehabilitasi dan reboisasi hutan TNGL tahun 2013,dibiarkan terlantar dan tak ditanami penanggung jawab kegiatan di kawasan hutan desa Simpur Jaya kecamatan ketambe Agara.
KUTACANE(ALABASPOS),Berbagai komponen masyarakat Aceh Tenggara meminta Kementerian Kehutanan, agar mencopot Andi Basrul dari jabatannya sebagai Kepala BTNGL, menyusul tudingan proyek rehabilitasi hutan yang sarat masalah.

Tudingan program rehabilitasi hutan seperti penghijauan yang sarat masalah tersebut, datang dari masyakatat di pinggiran kawasan KEL dan beberapa organisasi di bumi sepakat segenep yang merasa miris melihat azas manfaat dari BTNGL dan LSM pendamping mereka terhadap kondisi Taman Nasional terluas di sumatera tersebut.

Muhammad Saleh Selian dan Muslim Sekedang, dua dari ribuan warga Aceh Tenggara kepada Alabaspos mengaku prihatin dan merasa miris melihat oknum yang selalu mengatasnamakan TNGL untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Padahal,TNGL itu bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok, namun menjadi kepentingan nasional dan internasional, sebab itu keberadaan TNGL di Aceh Tenggara,hendaknya jangan hanya menjadi dalih dan alasan pihak tertentu untuk meraup keuntungan,t erutama oknum tertentu yang sering meraup keuntungan dengan alasan kerusakan dan rehabilitasi hutan TNGL.

Informasi dari masyarakat dan hasil penelusuran ke lapangan,di beberapa kawasan seperti di kecamatan ketambe, penghijauan atau reboisasi hutan yang dilakukan BTNGL dan bekerjasama dengan salah satu lembaga yang mengaku peduli terhadap orang utan, ternyata banyak yang tak dilakukan.

Bahkan saat ini, masih banyak bibit tanaman keras seperti meranti (Intap bahasa Alas) yang masih menumpuk dalam poly bag di dekat pondok pembibitan di kawasan desa Simpur Jaya kecamatan Ketambe yang belum ditanam pihak LSM yang bekerjsama dengan BTNGL dibawah pimpinan Andi Basrul.

Padahal,program reboisasi hutan TNGL yang disebut-sebut bersumber dari dana APBN itu,digulirkan tahun 2013 lalu,namun sampai sekarang masih banyak bibit meranti yang masih menumpuk dan berserakan dan belum ditanam pihak yang menerima dan bertanggung jawab atas kegiatan reboisasi hutan TNGL di Aceh Tenggara tersebut.

“Kami melihat sendiri, orang yang mengaku dari LSM lingkungan itu hanya menyuruh warga memotong batang Meranti yang telah ditanam sebelumnya sebagai dokumentasi,Karena itu bibit yang jumlahnya diperkirakan ribuan batang di dekat pondok pembibitan dibiarkan saja menumpuk tanpa ditanami,”sambung warga lainnya.

Menurut Saleh Selian yang juga Bupati LIRA Aceh Tenggara tersebut,setiap tahunnya,sejak 2011 hingga 2014 lalu,paling sedikit dana yang masuk untuk reboisasi dan rehabilitasi hutan TNGL itu mencapai Rp.30 miliar per tahunnya,namun yang terlihat di lapangan,malah masih ada ribuan batang meranti yang belum ditanam pihak LSM lingkungan yang mengaku sangat konsen terhadap nasib orang utan di hutan TNGL Aceh Tenggara.

Hal tersebut,jelas menunjukkan bila BTNGL dibawah pimpinan Andi Basrul sangat merugikan masyarakat Aceh Tenggara,padahal gaji dan tunjangan jabatan maupun keuntungan proyek yang masuk pada Andi Basrul tersebut,karena adanya BNTGL dan bukan karena usahanya sendiri.

Sebab itu,Saleh,Muslim dan ribuan warga Aceh Tenggara lainnya,mendesak Menteri Kehutanan agar mencopot Andi Basrul dari jabatannya sebagai Kepala BTNGL, bahkan kepada masyarakat juga meminta agar Bareskrim Mabes Polri mengusut dan memeriksa Andi Basrul yang diduga telah lalai dan secara tak langsung ikut membantu terjadinya kegiatan tak sesuai rencana terhadap rehabilitasi dan reboisasi hutan di TNGL,khususnya wilayah Aceh Tengara,maupun pembiaran terjadinya kerusakan di TNGL.

Hingga berita ini diturunkan,Alabaspos belum memperoleh konfirmasi dari Kepala BTNGL Andi Basrul dan pihak LSM Lingkungan yang menjadi penanggung jawab kegiatan rehabilitasi hutan TNGL tahun 2013,informasi diterima Alabaspos dari sumber yang layak dipercaya mengatakan,saat ini Andi Basrul sedang berada diLuar Negeri(Ar)

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Senin, 21 Agustus 2017 | 20:25:18

Bendera RI Terbalik : Malaysia Jangan Cari Gara Gara

TERPOPULER

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:41:23    klik: 443

Fantastic : Muri Hitung Penari Saman Ternyata Ini Jumlahnya

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:37:19    klik: 426

Pak Presiden Tolonglah Datang Lihat Tari Saman 10001 Peserta di Gayo Lues

Jumat, 4 Agustus 2017 | 21:06:42    klik: 347

Inilah Hasil Sementara Tournament Bupati Cup Gayo Lues

Jumat, 18 Agustus 2017 | 22:43:25    klik: 296

Inilah Tim Yang Akan Berlaga Pada Babak 8 Besar Bupati Cup, Serta Jadwalnya

Senin, 7 Agustus 2017 | 19:26:18    klik: 275

Bupati Cup : Kutalintang A Tekuk Pospa Penampaan 1-0


copy right © 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb