http://alabaspos.com/
Home  / Aceh Barat Selatan / Didesa Peulukung Masjid Tidak Menggunakan Pengeras Suara
aceh barat selatan

Didesa Peulukung Masjid Tidak Menggunakan Pengeras Suara

Selasa, 9 Juni 2015 | 18:24:36
dok .alabaspos.com
salah satu Masjid Desa Peulukung tanpa pengeras suara
Seunagan Timur,(alabaspos.com).Pernyataan Wapres Jusuf Kalla (JK),yang meminta Masjid tidak menggunakan pengeras suara saat memutar kaset mengaji,menjadi pembicaraan ramai ditengah publik,ada yang pro ada juga yang kontra,berbagai pendapatpun muncul di media sosial atas ungkapan Wapres ini.

Namun di sebuah desa di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh,tepatnya di Desa Peulekung kemukiman Paya Kecamatan Seunagan Timur,sebuah tradisi islam zaman dahulu  masih tetap melekat,bagi penduduk kawasan ini,walaupun bangunan Masjid terbilang besar,indah dan agung namun sama sekali tidak memiliki pengeras suara,walaupun Masjid tersebut memiliki menara yang menjulang tinggi.

Awak alabaspos.com yang berkunjung dan menyempatkan diri melaksanakan sholat di Masjid Desa Peulukung,tempat kelahiran dan kampung halaman Bupati Nagan Raya ini,Drs.Zulkarnaen yang biasa disapa "ampon Bang",memang terasa agak unik,Masjid yang begitu luas dan besar namun tidak menggunakan pengeras suara sama sekali,bahkan dalam khotbah jum at juga tidak menggunakan bahasa Indonesia,melainkan bahasa Arab.

Untuk mencari tahu alabaspos.com mencoba mewawancarai beberapa penduduk Desa Peulukung,menurut warga Tradisi tanpa pengeras suara sudah dilakukan sejak hadirnya Islam di Bumi Seunagan,terutama di Desa Peulukung yang dianggap banyak melahirkan para ulama dengan tradisi Islam sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Beberapa warga menyebutkan sejak dari awal Islam  hadir dimuka bumi ini,tidak ada pengeras suara,kalau mau azan muazin naik kemenara Masjid,dari menara itulah dikumandangkan azan,mengaji dalam Masjid juga demikian,tidak perlu menggunakan pengeras suara,sebab sebut warga dalam Islam tentunya umatnya sudah paham kapan waktu sholat,tidak perlu dipanggil dengan menggunakan pengeras suara,kalau menggunakan pengeras suara artinya muazin sudah memanggil untuk sholat,lalu orang mendengar panggilan azan tidak melaksanakan sholat,apa yang dilakukan oleh Muazin tentunya menjadi mubazir dan orang yang tidak menyegerakan sholat dianggap telah berdosa.selain itu sebut warga jika menggunakan pengeras suara,tentunya ada sebagian umat Islam sedang melaksanakan sholat sunat misalnya,akan merasa terganggu dan sholatnya bisa menjadi tidak khusuk,makanya warga desa peuleukung diwajibkan mengetahui waktu masuknya sholat lima waktu,cukup azan di masjid tanpa pengeras suara,masyarakat akan datang dengan sendirinya,ketika waktu sholat tiba,papar warga.

Tradisi masjid tanpa pengeras suara di desa ini,memangh sangat unik namun ketika kita hadir di Masjid untuk melaksanakan sholat,sebagian besar jemaah masjid membaca alqur an,berzikir menjelang masuknya waktu sholat,sebuah tradisi Islam yang konvensional masih tetap dipertahankan di desa Puelukung,Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh.


Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Kamis, 6 Juli 2017 | 18:41:34    klik: 318

RSU H Sahudin Kutacane Mulai Buka Conselling Psikologis

Selasa, 25 Juli 2017 | 19:39:26    klik: 205

Liga 3 : Skuad Tari Saman (PSGL) Tekuk Pesat Agara 3-0


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb