http://alabaspos.com/
Home  / Sumut / Kadisdik Sergai Diduga Selewengkan Dana Pengadaan Buku Dan A ...
sumut

Kadisdik Sergai Diduga Selewengkan Dana Pengadaan Buku Dan Alat Tulis Siswa

Kamis, 4 Juni 2015 | 20:51:33
s.hasibuan /alabaspos.com
Kantor Dinas Diskdik Kabupaten Sergai
Sergai, alabaspos.com.Kepala dinas pendidikan Serdang Bedagai diduga kuat melakukan penyelewengan dana pengadaan program APBD T.A 2014 yang dari kegiatan " program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun", pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa sumber dana tersebut dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan kode rekening 101.1.01.01.16.15 dengan pagu Rp. 10.353.745.540,00 dengan pencairan dua  kali. Yang pertama dengan kode rekening 1.01.1.01.01.16.15.5.2.2 untuk anggaran belanja barang dan jasa, dengan pagu Rp.4.890.025.540,00 dan pencairan berikutnya dengan rekening 1.01.1.01.01.16.15.5.2.3 untuk anggaran belanja modal dengan pagu Rp.5.463.720.000,00 dana tersebut sampai saat ini belum ada dijelaskan dan diterima oleh kepala sekolah SD maupun SMP. Diseluruh serdang bedagai beberapa waktu lalu.

Saat di konfirmasi beberapa kepala sekolah SMP maupun SD dengan mereka mengatakan " kami tidak pernah menerima yang namanya dana progam wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dari kepala dinas pendidikan kab. Serdang bedagai berbentuk apapun", jelasnya.

Saat ditemui kabiddikdas HARIANTO mengatakan kepada awak media " nanti bapak saya kabari, setelah saya  konfirmasi kepada Kepala dinas pendidikan", katanya.             

kemudian saat dihubungi kepala dinas   pendidikan Sergai melalui ponselnya Joni Walker mengatakan

" sudah saya serahkan permasalahan ini dengan sekretaris saya Janter Pasaribu temui saja biar ia yang menjawab permasalahan ini" lalu Janter Pasaribu mengatakan didepan media dan LSM KPK " kita harus hormati perintah dari pimpinan  kami, mengenai pengadaan yang tersebut diatas itu sebahagian uangnya sudah kami kembalikan kepada Negara jadi tidak ada pada kami lagi karena tidak dipergunakan walau pun dari dana apapun itu namanya", ujar Janter Pasaribu.

Petugas Inspektorat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada tim investigasi media dan LSM KPK " kalau soal dinas pendidikan pak Joni Walker di tahun anggaran  2014 notulen pembangunan fisik aman tetapi kalau tentang pengadaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun itu kami agak berat menindak lanjuti permasalahan ini karena fiktif ", pungkasnya. (S.Hasibuan)



Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Sabtu, 9 Februari 2019 | 17:47:14

Mahasiswa Turun Tangan Bersihkan Kawasan Sungai

Sabtu,9 Februari 2019 | 17:44:20

PDAM Tirta Sejuk Tertibkan Tunggakan Pelanggan

Minggu, 10 Februari 2019 | 17:40:55

Mobil Ambulan Kog Bawa Burung ?

Selasa 12 Februari 2019 | 17:18:51

Penghapal Al quran mendapat Bea Siswa

TERPOPULER

selasa, 08 Januari 2019 | 00:09:24    klik: 15

Keberadaan Hafiz Al quran di Gayo Lues Terus Meningkat

Minggu, 17 Maret 2019 | 00:52:40    klik: 11

Bupati Gayo Lues, Merusak Hutan Mengundang Bencana

Minggu, 17 Maret 2019 | 08:06:32    klik: 11

Petugas Lakukan Razia Kenderaan di Blangkejeren

Rabu, 16 Januari 2019 | 08:40:56    klik: 11

Banjir Bandang Rusak Puluhan Lahan Pertanian

Senin, 18 Februari 2019 | 16:38:03    klik: 11

Wabup Pimpin Upacara Peringati Hari Kesadaran Nasional


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Gayo Lues
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Kuliner
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Olah Raga
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Kesehatan
  • Sumut
  • Opini
  • Nasional
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb