http://alabaspos.com/
Home  / Profil Tokoh / Abu Bakar Karim Putra Gayo Lues pertama, Raih gelar Profesor ...
Profil tokoh

Abu Bakar Karim Putra Gayo Lues pertama, Raih gelar Profesor di Unsyiah.

Senin, 25 Januari 2010 | 18:28:37
dok alabaspos.com
beginilah Gaya.Prof.DR.IR.Abu Bakar Karim MS.jika memberikan paparan dan presentasi.
Nama Doktor Bakar sebutan Pria kelahiran Rikit Gaib 46 tahun lalu ,bukanlah nama yang  asing bagi Masyarakat Gayo Lues,Maupun masyarakat Aceh Tengah serta Bener Meriah,selain pernah bertugas diawal Pemekaran Kabupaten Gayo Lues sebagai ketua Bappeda.  Anak ke-5 dari pasangan Alm.Abdul Karim  dan almarhumah Habibah ini mampu meraih sebuah jabatan akademik tertinggi (Guru Besar) di Universitas Syiah Kuala pada pada tanggal 1 Desember 2009 lalu yang merupakan cita cita setiap insan akademisi.memang bukanlah mudah untuk meraih gelar tertinggi ini,namun tekad dan perjuangan tersebut mampu diraih oleh Suami dari Ir. Hifnalisa, M.Si,yang juga pengajar di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh,Cita cita menjadi seorang Guru besar sudah tertanam sejak Bakar Karim kecil  bersekolah di SD Rikit Gaib sebuah kawasan yang dianggap paling tandus di Gayo Lues,Ayahandanya Alm Abdul karim  dikenal sebagai seorang guru SD di Rikit Gaib,hidup pas pasan saat itu bukanlah sebuah penghalang baginya meraih cita citanya,"saya tahu persis bagaimana kondisi kehidupan keluarga guru abdul karim,sebab almarhum merupakan guru saya,bukan anaknya saja yang dipaksa harus bersekolah,tetapi kami juga dipaksa,sebab kata guru karim (sebutan alm abdul karim) pernah mengatakan,jika ingin maju dan berhasil dalam hidup kalian kelak,kalian wajib belajar karea masa depan negeri ini ada tangan kalian,"saya masih ingat pesan alm guru karim itu,jika kami tidak masuk sekolah dua hari,almarhum guru Karim karim mendatangi kami kerumah dan menanyakan kenapa tidak masuk sekolah,begitulah tingginya keinginan beliau terhadap dunia pendidikan,guru karim saat itu mengajar berhitung kepada kami" ujar Awaluddin (Kabid.Program Dinas PU Gayo Lues) mantan anak didik Almarhum guru Karim ayahanda Profesor.DR.Ir.Abu Bakar Karim MS,semabri mengenang masa lalunya sekitar tahun 60 an Usai  menamatkan Pendidikan Dasarnya di SD Negeri Rikit Gaib pada tahun 1975,Abu Bakar Karim melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Banda Aceh tamat tahun 1979, sebelumnya beliau kelas 1 dan kelas 2 di SMP Negeri 1 Blangkejeren pada tahun 1976 dan tahun 1977.  Pendidikan SMA Jurusan IPA diselesaikan di SMA Negeri 2 Banda Aceh pada tahun 1982.  Pada tahun 1982 pula, mantan Kepala BAPPEDA Gayo Lues ini diterima menjadi mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jurusan Ilmu Tanah.  lalu Ayah dari tiga putra ini menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S1) diawal tahun 1987, setahun kemudian Abubakar Karim diterima menjadi staf pengajar di almamaternya Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada tahun 1988.  Pada tahun 1990, selanjutnya Abu Bakar Karim  berangkat melanjutkan studi Strata 2 (S2) di Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dan selesai pada tahun 1993, dan pada tahun 1994 melanjutkan studi Strata tiga (S3) di Program Pascasarjana yang sama dan selesai pada tahun 1999.  Pada kurun waktu tahun 1994 – 1999, beliau juga memboyong keluarganya ke IPB, karena istrinya  Ir. Hifnalisa juga melanjutkan studi Strata 2 (S2) di Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.  Di samping tercatat sebagai mahasiswa Program Doktoral di PPs IPB, beliau juga kembali  ke Aceh untuk melakukan riset dan menyusun Disertasinya, disela-sela itu pertalian dan hubungan emosional beliau dengan masyarakat, terutama masyarakat Dataran Tinggi Gayo sangat erat sebab hampir setiap harinya harus bertemu dengan masyarakat petani.
Pria yang dikenal cukup energik dan murah senyum ini,dikenal sangat low profil,mudah diajak berbicara dan berdiskusi, pengalaman dan ilmu yang didapatnya dari perguruan Tinggi tidak segan segan selalu dicurahkan bagi kemajuan di kawasan dataran tinggi Gayo,termasuk Gayo Lues sebagai tanah kelahirannya.bagi Sang Profesor Muda ini,terkadang kedai kopipun dijadikan tempat berdiskusi.
Selesai Program Doktoral (S3) pada tahun 1999 Abu bakar karim kembali ke almamaternya,dengan gelar "Doktor" Ir. Abubakar Karim, MS.,dipercaya Almamaternya sebagai pengelola  Program Pascasarjana, Program Studi Konservasi Sumberdaya Lahan, yang telah beliau rintis bersama seniornya setahun sebelumnya.  Walaupun, kegiatan akademiknya cukup padat dan menyita waktu, selesai doktoral beliau tidak melupakan pengabdian kepada masyarakat di berbagai daerah, bahkan ketika itu mulai masuk masa-masa sulit,seperti konflik Aceh, namun beliau tetap bersemangat menjalankan tugasnya mendatangi berbagai lapisan masyarakat di berbagai pelosok wilayah Provinsi Aceh.  Informasi inilah yang dapat ditangkap oleh Wartawan Alabaspos di berbagai wilayah di Provinsi Aceh, terutama di wilayah Dataran Tinggi Gayo; Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Pada tahun 2002, ketika wilayah Gayo Lues mekar dari kabupaten induknya, Aceh Tenggara, Dr. Ir. Abubakar Karim, MS., diminta pulang oleh PJ.Bupati Gayo Lues untuk mengabdi di Kabupaten Tanah kelahirannya.Bupati Gayo Lues ketika itu, Ir. Muhammad Alikasim Kemala Derna, MM., melantik Dr. Ir. Abubakar Karim, MS. menjadi Kepala BAPPEDA pertama di Kabupaten baru Gayo Lues, tepatnya tanggal, 22 Nopember 2002. sejak itu, Dr. Ir. Abubakar Karim menjabat sebagai Kepala BAPPEDA Gayo Lues, hingga akhirnya beliau mengundur diri untuk kembali bertugas di almamaternya Fakultas Pertanian Unsyiah, pada Maret 2007.  Pada masa jabatan inilah, menurut pemantauan alabaspos yang bersangkutan mendatangi seluruh pelosok Negeri Seribu Bukit ini.  Berbagai wilayah, daerah terisolir sekalipun dia masuk untuk menemui masyarakat yang butuh bantuannya dan untuk menerima keluh kesah dari masyarakat.  Tidak segan-segan dan tidak pernah canggung, Dr. Ir. Abubakar Karim, MS., bahkan sering bermalam bersama masyarakat di berbagai daerah terisolir ketika itu.  Maka wajarlah, ketika alabaspos, bertanya kepada masyarakat Gayo Lues tentang sosok Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah ini, masyarakat langsung dapat bercerita banyak berbagai hal tentang pengabdian dan sumbangsihnya untuk menata dan membangun Gayo Lues, paling tidak meletakkan fondasi yang kuat membangun Gayo Lues kedepan,
Berdasarkan penyelurusan alabaspos, ketika beliau mundur dari Jabatan Kepala BAPPEDA Gayo Lues, banyak pihak yang menyesali tindakannya, kenapa beliau mundur, ada apa sebanarnya.  Ketika itu kami coba konfirmasi kepada beliau, jawaban beliau singkat saja, mohon maaf kepada semua pihak atas keputusan saya ini, karena saya masih banyak tugas dan angan-angan yang belum tercapai di almamater saya, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.  Hari ini masyarakat Gayo Lues, mendapat jawaban konkrit dari apa yang beliau lakukan sekitar dua tahun lalu, mundur dari jabatan yang sementara orang beranggapan bahwa Kepala BAPPEDA adalah jabatan yang amat prestise.  Pantauan kami, setelah beliau mundur dari jajaran Pemkab Gayo Lues pada awal tahun 2007, beliau tidak langsung balik ke kampus.  Tenaga beliau dibutuhkan wilayah Aceh bagian tengah , beliau sempat bertugas sekitar satu tahun lebih sebagai Kepala Perencanaan, BRR Wilayah III (tahun 2007 – 2008), Kantor Takengon, Aceh Tengah.dengan posisi ini masyarakat Gayo Lues bisa bertemu dengan beliau dalam kapasitas sebagai staff BRR yang membangun berbagai fasilitas di wilayah Kabupaten Gayo Lues. 
Saat Alabaspos mencoba menghubungi Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, MS., via nomor ponselnya baru-baru ini, dan meminta memberi sedikit komentar tentang Gelar Akademik tertinggi yang beliau peroleh; beliau tidak banyak memberi jawaban, mungkin beliau sangat sibuk dengan berbagai tugas yang diembankan kepada dirinya.  Tetapi beliau menyampaikan ucapan terima kasih ke berbagai pihak, guru-gurunya di SD Negeri Rikit Gaib (tahun 1970 – 1975), SMP Negeri 1 Blangkejeren (1976 – 1977), orang-orang tua, tokoh masyarakat, berbagai pihak, dan seluruh masyarakat Gayo Lues yang selalu memotivasi dirinya dalam bentuk dukungan dan dorongan moril yang diberikan, sehingga gelar akademik tertinggi, yang diangan-angankan setiap dosen di Perguruan Tinggi diperoleh pada umur sekitar 46 tahun.  Secara khusus, beliau menyampaikan terima kasih banyak kepada Bupati Gayo Lues, Ketua DPRK Gayo Lues, dan Sekretaris Daerah atas dukungan dan dorongan moril serta motivasi yang diberikan. seandainya Bupati dan Sekda tidak memberikan ijin kepada Dr. Ir. Abubakar Karim, MS., pada tahun 2007 saya tidak  meninggalkan Pemerintah Daerah Gayo Lues dan kembali bertugas ke Universitas Syiah Kuala, mungkin gelar Profesor yang diimpikannya belum juga dapat diraih hingga saat ini .  Disamping ucapan terima kasihnya itu, beliau beharap Gayo Lues akan bertambah maju dengan dukungan berbagai pihak, dan ilmu yang diperolehnya dapat diabdikan untuk kesejahteraan masyarakat luas.  Berbagai kerjamasama yang telah dan akan diprakarsai Pemerintah Daerah diharapkan dapat mengangkat peningkatan kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia Gayo Lues, pintu telah terbuka mudah-mudahan akan segera menyusul putra-putra Gayo Lues menjadi Guru Besar di berbagai Perguruan Tinggi tempatnya bertugas.  Selamat bertugas pak Profesor, Gayo Lues tersenyum menyambut prestasimu, Insya Allah.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP SINGKAT


1.    Nama Lengkap    :    Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, MS.

2.    Tempat/Tgl Lahir    :    Rikit Gaib,Gayo Lues. 10 Oktober 1963

3.    Orang Tua    :    Ayah    :    Abdul Karim (Pensiunan Guru SD; almarhum, meninggal tahun 1980)
                                    ibu       :    Habibah (Ibu rumah tangga; almarhumah, meninggal tahun 2000)
 
4.    Istri    :    Ir. Hifnalisa, M.Si.
                      (Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)

5.    Anak    :    3 (tiga) orang :
            1.    Muhammad Hafizh Karsa, 18 tahun (mahasiswa)
            2.    Muhammad Ghifari Karsa, 9 tahun (kelas 4 SD)
            3.    Muhammad Al-Kautsar Karsa, 6 tahun (kelas 1 SD)

6.    Pekerjaan Tetap    :    Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala,
                                              Sejak tahun 1988 sampai sekarang

7.    Alamat    :    Jl. Tgk. T. Daud Silang, Gampong Blangkrueng, Aceh Besar.

8.    Riwayat Pendidikan    :
    a.    SD Negeri Rikit Gaib, tahun 1970 – 1975;
    b.    SMP Negeri Blangkejeren, tahun 1976 – 1977;
    c.    SMP Negeri 1 Banda Aceh, tahun 1978 – 1979;
    d.    SMA Negeri 2 Banda Aceh, tahun 1979 – 1982;
    e.    S1 – Fakultas Pertanian, Unsyiah, tahun 1982 – 1987;
    f.     S2 – Program Pascasarjana, IPB, tahun 1990 – 1993;
    g.    S3 – Program Pascasarjana, IPB, tahun 1994 – 1999.

9.    Pangalaman Jabatan    :
a.    Wakil Ketua Program Studi Konservasi Sumberdaya Lahan, PPs Unsyiah, 1999 – 2003;
b.    Kepala BAPPEDA Gayo Lues, tahun 2002 – 2007;
c.    Kepala Perencanaan BRR Wilayah III, tahun 2007 – 2008;
d.    Ketua Devisi HRM KPO2, SIM-SKU-NUFFIC Project, tahun 2009
e.    Sekretaris KPO2, SIM-SKU-NUFFIC Project, tahun 2009 – sekarang
f.    Kepala Stasiun Bener Meriah, University Farm, Universitas Syiah Kuala, 2008 – sekarang
g.    Sekretaris PSD Unsyiah, 2008 – sekarang.





Share | Get Earn Money from Chitika Premium

10 Comment(s) about this article.
1. iskandar muda | 24/03/11. 15:45:25
yang susah adalah untuk memulai, jika pak ABU BAKAR K sudah menjadi prof maka 5-10 tahun ke depan sudah ada 10 profesor asal gayo Lues,, semoga sya masuk didalamnyaa bersama Prof. Dr. Armen, M. Sc..AMIN YAA RABB

2. Teuku Reza Pahlevi | 20/10/10. 19:27:58
Saya Bangga punya dosen seperti bapak...

3. Armen Winarpal | 04/07/10. 11:03:53
Selamat Pak atas peraihan gelar Bapak...
Do'akan kami agar menjadi
Prof. Dr. Armen, M. Sc. (Amin...!)
Segalanya berawal dari impian...

4. Sartika Awaluddin | 07/05/10. 21:14:30
sELAMAT pAKcik Atas kesuksesan menjadi Profesor pertama orang Gayo Lues, ssemoga kami peh nguk nunung jejak pakcik..amien

5. faaris | 09/03/10. 11:55:45
semoda sukses

6. Rizky Darmawan | 25/02/10. 14:35:14
sukses slalu...

7. "calon" drg. Muhammad Hafizh K | 19/02/10. 22:03:25
bokap gw tuh....

8. Tk.Becak | 04/02/10. 11:52:48
dihimpit apa bro ?...

yang jelas gayo lues dah jadi lahan parkir sekarang...

parkir becak .. kakakaka

9. Syaiful | 31/01/10. 12:18:47
Selamat Bang...
Insya Allah menjadi lebih berarti atas kemajuan Gayo Lues..
Gayo Lues sangat membutuhkan orang seperti Abang, yang sa'at ini Gayo Lues sedang bangkrut besar akibat kesalahan manajemen pimpinan sekarang.. karena Gayo Lues telah di himpit

10. Tk.Becak | 26/01/10. 11:41:53
Selamat Bang...

semoga bermanfaat, bagi seluruh negeri, Umumnya masyarakat Aceh khususnya Gayo lues

Now What..?

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:41:23    klik: 435

Fantastic : Muri Hitung Penari Saman Ternyata Ini Jumlahnya

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:37:19    klik: 416

Pak Presiden Tolonglah Datang Lihat Tari Saman 10001 Peserta di Gayo Lues

Jumat, 4 Agustus 2017 | 21:06:42    klik: 334

Inilah Hasil Sementara Tournament Bupati Cup Gayo Lues

Senin, 7 Agustus 2017 | 19:26:18    klik: 268

Bupati Cup : Kutalintang A Tekuk Pospa Penampaan 1-0

Senin, 14 Agustus 2017 | 14:26:56    klik: 198

Gubernur Irwandi : 20 Ribu Penari Saman Se Aceh Kenapa Tidak ?


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb