http://alabaspos.com/
Home  / Opini / Sebelum Ada Dana Kampung Susahnya Untuk Mencari Calon Pengul ...
headline

Sebelum Ada Dana Kampung Susahnya Untuk Mencari Calon Pengulu, Sekarang Berebut

Sabtu, 26 Agustus 2017 | 02:12:01
dok/ist
Blangkejeren(alabaspos) Sebelum ada Dana Kampung (Alokasi Dana Desa) sebelum terpilihnya Jokowi sebagai Presiden, di Kabupaten Gayo Lues sangat sulit untuk mencari calon Pengulu (Kades), pasalnya selain tidak memiliki anggaran tulah atau honor pengulu selain kecil juga sering terlambat dibayarkan, apalagi di Kabupaten Gayo Lues tugas seorang pengulu terbilang super sibuk, seperti urusan batas tanah warga, warga yang ingin menikah, atau warga yang ingin bercerai, warga yang mau gadaikan tanah, termasuk warga yang mau meminjam uang, harus diketahui dan urusan bagi pengulu, kalau sudah repot seperti itu siap siaplah Pengulu akan semakin tekor urusan ladang dan kebun Pengulu akan terbengkalai, rumah pengulu selalu sibuk dengan urusan warga sebab hampir seluruh Gayo Lues Kantor pengulu tidak ada, urusan dinas harus kerumah Pengulu, akibatnya stok gula dan kopi pasti ludas, sedangkan tulah cuma sejuta sebulan, hancurlah Pengulu.

Sebelum ada Dana desa, Jabatan Pengulu sudah berakhir terkadang harus diperpanjang oleh camat, sebab tidak ada calon yang muncul untuk dipilih, ada pula Pengulu yang tidak mau menerima perpanjangan jabatan, sehingga camat harus menunjuk seorang PNS sebagai pejabat Pengulu hingga dilaksanakannya Pemilihan Pengulu agar tidak terjadi kekosongan pemerintahan desa.

Ketika dana desa sudah mulai bergulir tentunya hal ini seperti gula dengan semut, semut akan ramai ketika ada tumpukan gula, jika sebelumnya dengan berat hati dan terkesan dipaksakan, saat ini terjadi perebutan bahkan untuk menjadi Pengulu pemilihannya tidak kalah seperti pemilihan Bupati, bayangkan saja untuk mencalonkan diri sendiri sebagai pengulu, harus punya modal, modal buat baliho, buat spanduk bahkan mencari wartawan untuk dipublikasikan pencalonannya, bahkan tidak cukup dua calon tetapi ada yang lebih dari empat calon yang akan maju sebagai Calon Pengulu, merogeh kocek bukan lagi hal yang tabu, biaya politik untuk mejadi seorang pengulu ditentukan dengan modal rupiah. kampanye untuk merebut suara juga dilakukan dengan berbagai cara.

Tentunya ini sebuah fenomena perubahan yang benar terjadi di tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Gayo Lues, kondisi ini tidak terlepas dengan adanya Dana kampung yang akan di kelola oleh Pengulu, besarnya cukup signifikan mencapai Rp 1 Milyar setahun, Adanya pengelolaan anggaran kampung inilah yang menjadikan jabatan Pengulu (kades) menjadi rebutan seperti arena Pilkada. bagaimana jika nantinya dana desa tidak ada lagi dan Tulah selalu terlambat ? (azhari lubis) 

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Minggu, 11 November 2018 | 13:08:27

Baru Satu Perusahaan Gayo Lues Punya Izin Galian C

Kamis 13 September 2018 | 10:29:03

SERAH TERIMA JABATAN PAMA KODIM 0113 GAYO LUES

TERPOPULER

Minggu, 11 November 2018 | 13:08:27    klik: 48

Baru Satu Perusahaan Gayo Lues Punya Izin Galian C


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Gayo Lues
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Kuliner
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Olah Raga
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Kesehatan
  • Sumut
  • Opini
  • Nasional
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb