http://alabaspos.com/
Home  / Opini / Jika Hari Kartini Ada, Kapan Hari Cut Nyak Dhin dan Hari La ...
opini

Jika Hari Kartini Ada, Kapan Hari Cut Nyak Dhin dan Hari Laksamana Keumala Hayati di Peringati ?

oleh : Azhari Lubis
Jumat, 21 April 2017 | 12:37:27
dok/ist
Laksamana Keumalahayati
Jika Pemerintah pusat telah membuat hari Kartini yang jatuh pada 21 april, sebagai penghormatan atas perjuangan Kartini dalam emansipasi kaum wanita, namun tidak demikian dengan sosok pejuang heroik wanita asal Aceh, yakni Cut Nyak Dhin dan Laksamana Keumalahayati, padahal jauh sebelum Kartini berjuang dengan tulisannya atas emansipasi wanita Indonesia, dua sosok wanita Aceh sudah melakukannya bahkan lebih heroik lagi, sosok wanita Aceh ini langsung berhadapan dengan musuh negaranya, tidak mengenal takut bahkan membuat musuh kaum penjajah, harus merasakan kehebatan daya tempur wanita Aceh di medan laga pertempuran.

Cut Nyak Dhin sebagai seorang wanita maju sebagai pejuang, sepak terjangnya bersama suaminya Teuku Umar, harus diakui penjajah Belanda bahwa singa wanita asal Aceh ini, tidak mengenal menyerah satu demi satu pasukan Belanda harus berakhir di ujung Rencongnya, dari beberapa refrensi sejarah membuktikan, singa wanita Aceh yang satu ini, kerap membuat pasukan Belanda harus mundur akibat serangan pasukan Cut Nyak Dhin, akibatnya Pasukan Belanda harus membuat strategi khusus untuk menangkap Cut Nyak Dhin, agar tidak membuat musuh kalang kabut Belanda harus membuang Cut Nya Dhin keluar dari Aceh. 

Sosok Laksamana Keumalahayati sebagai salah seorang wanita pertama didunia dengan jabatan Laksamana, tentunya bukan hal yang sangat mudah meraih jabatan tersebut, sebagai Panglima perang dilaut Aceh, Laksamana Keumalahayati (Malahayati), menjadikan lautan Aceh sebagai lautan darah bagi penjajah Belanda, perjuangan dalam membela Negaranya walaupun saat itu masih berbentuk kerajaaan di Bumi Aceh, merupakan cikal bakal bagi kemerdekaan Indonesia, bukti perjuangan dari para pejuang Aceh, Belanda tidak mampu menguasai Aceh secara menyeluruh, bahkan ada yang menyebutkan bahwa perang Belanda dan Aceh masih status qua hingga Indonesia Merdeka, Aceh tidak menyerah atas Belanda.

Melihat begitu hebatnya emansipasi wanita Aceh khususnya CUt Nyak Dhin dan Laksamana Keumalahayati, dua sosok wanita Aceh ini jangan hanya menjadi pahlawan nasional, tetapi sebagai sebuah penghargaan atas perjuangan dilapangan tempur tidak membedakan anatar kaum pria dan wanita, bahwa Aceh sudah terlebih dahulu mengenal yang namanya emansipasi wanita di bumi nusantara ini, jauh sebelum Kartini lahir.

Dan untuk mengenang betapa heroiknya serta semangat yang tinggi serta teguh dalam melaksanakan tugasnya membela tanah airnya, tidak ada salahnya pemerintah pusat menjadikan satu hari dalam satu tahun dengan hari Cut Nyak Dhin dan Hari Laksamana Keumalahayati, jika pemerintah pusat masih ragu ragu, sebaiknya Permintah Aceh dengan otonomi khususnya dan memiliki Undang Undang tersendiri dalam pemerintahan Aceh ( undang undang nomor 11 tahun 2006), memprakarsai dan melahirkan perda (qanun) sebagai hari Cut Nyak Dhin dan Hari Laksamana Keumalahayati, sehingga rakyat Aceh khususnya tidak akan pernah melupakan dua sosok wanita pejuang Aceh, yang begitu dikenal dalam setiap pertempurannya dimasa lalu. mereka berjuang bukan hanya sebatas bersuara lantang, namun dibuktikan dalam pertempuran sesungguhnya, dengan mengorbankan jiwa dan raganya, semoga Pemerintah Aceh dapat memberikan kebanggaan atas dua wanitanya, yang merupakan sosok heroik dalam mengusir panjajah. (azhari Lubis) 

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Jumat, 8 Desember 2017 | 00:09:25    klik: 73

Pengelolaan SLTA di Tarik Ke Provinsi Orang Tua Siswa Harus Bayar Uang SPP

Selasa, 5 Desember 2017 | 09:08:25    klik: 43

PNA Siap Rebut Hati Rakyat Gayo Lues Pileg 2019

Rabu, 6 Desember 2017 | 18:29:37    klik: 35

Truk Raksasa Ini Ganggu Pengguna Jalan Blangkejeren-KutaCane


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb