http://alabaspos.com/
Home  / Opini / CAPAIAN RPJMD GAYO LUES SEKTOR PERTANIAN SEBAGIAN BESAR BEL ...
opini

CAPAIAN RPJMD GAYO LUES SEKTOR PERTANIAN SEBAGIAN BESAR BELUM TERCAPAI

Oleh : Zulkifli, S.Pt, M.M (, Alumni Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro)
Minggu, 24 Juli 2016 | 11:41:18
dok.ist
Zulkifli, S.Pt, M.M
Pertanian yang menjadi salah satu tumpuan masyarakat Gayo Lues, sehingga dijadikan isu strategis dalam visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues Periode 2012-2017 yang di tuangkan dalam Qanun no 14 tahun 2013 Tentang Rencana Pembangunan  Jangkah Menengah Daerah Kabupaten Gayo Lues tahun 2012-2017. Dimana sektor pertanian di harapkan menjadi sektor utama untuk meningkatkan perekonomian rakyat yang di fokuskan pada pengembangan komuditi unggulan pertanian di Gayo Lues. Selain itu juga PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) sebesar 62 % mengandalkan sektor pertanian. Jika kita melihat RPJMD 2012-2017 capaian sektor pertanian sampai tahun 2014 yang di tuangkan dalam Profil Gayo Lues 2015, dalam RPJMD pada tahun 2014 Target Produksi Bahan Pangan Lokal Padi Sebesar 20.000 Ton, Jagung 8.000 Ton dan Kedele 200 Ton, realisasinya sampai 2014 adalah padi 63.180 ton dengan rata rata produksi per hektar 4.2 ton/hektar. Jagung 12.400 ton, sedangkan kedele tidak tercapai yaitu 87.5 Ton.
   
Produksi bahan pangan lokal yang terdiri dari padi, jagung dan kedele, merupakan sebuah capaian yang signifikan dari kinerja pemerintah, namun jika di lihat dari Rata-Rata Produksi Per Hetrak Mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun sebelumnya 2012-2013 rata rata panen perhektar 4.55 Ton/Hektar. Selain itu juga terjadi peningkatan pada lahan tanaman padi yaitu sekitar 4.500 Ha. Pada tanaman jagung luas lahan meningkat sekitar 500 Ha sedangkan pada tanaman kedele menurun sekitar 40 Ha.
   
Jika kita melihat dari komoditi unggulan perkebunan yang terdiri dari,sere wangi, kakao, kopi, tembakau, kemiri, karet, nilam, jahe dan kelapa, target yang di tuangkan  dalam RPJMD dan capaianya pada laporan kinerja pemerintah, dimana target pada RPJMD Pada tahun 2014 sere wangi 2.250 ton capaian 2.200 ton, kakao target 1.005 ton capaian 912 Ton, kopi target 1.214 ton capaian 1.145 ton, tembakau 1.752 ton capaian 1.392 ton, kemiri target 4.316 ton capaian 4.253 ton, karet target 47,5 ton capaian 17,5 ton, Nilam target 46,2 Ton Capaian 42 ton, jahe target 216 ton capaian 162 ton, kelapa target 118 ton capaian 81 ton. Maka dari itu cukup bukti untuk menyimpukan bahwa komuniti perkebunan unggulan DI Kabupaten Gayo Lues Tidak Tercapai Per Tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD Kabupaten Gayo Lues 2012-2017. 

Tercapai dan tidaknya target pemerintah yang sudah di tentukan sendiri oleh pemerintah, terutama sector pertanian tidak terlepad dari (1) tidak validnya data yang digunakan, karena luas lahan dan tingkat roduksi berbeda jauh (2) banyaknya varian dalam satu komudiri tanaman atau ketidak seragaman (3) Kurangnya perawatan, seperti pemangkasan, pemupukan dan penyilangan 2 kali setahun serta kurangnya naungan. (4) Dinas Pertanian Teralu fokus pada pengembangan lahan sehingga bentuk penyuluhan dan pemberdayaan untuk meningkatkan produksi tidak maskimal. (5) kurangnya peran penyuluh dalam sektor pertanian, mulai dari rendahnya kapasitas penyuluh dan rendahnya kinerjanya penyluh, hal ini dapat kita lihat kalau di lapangan hampir sebagian besar petani tidak tahu siapa penyuluh pertanian di desanya. (6) kurangnya kesadaran dari masyarakat petani akan pentingnya pertanian modern hal ini di sebabkan rendahnya pendidikan dan kurangnya pehamana tentang pertanian.
Kalau kita  Melihat RT RW Gayo Lues luas lahan basah (sawah) hanya ada skitar 6.000-an ha, tetapi luas sawah baku Gayo Lues (data BPS) skitar 8.000-an ha, potensi sawah ada skitar 15.000-an ha. Dari luas sawah 8.000-an tersebut, luas tanam per tahun ada skitar 12.000-an ha (indeks pertanaman 1,5 artinya ada 50% dari luas sawah Gayo Lues ditanami 2 kali setahun), rataan produktivitas skitar 5 ton per ha, artinya GL dapat memproduksi sekitar 60 ribu ton, sedangkan kebutuhan Gayo Lues hanya sekitar 11 ribu ton beras per tahun setara 18 ribu ton padi. Selanjutnya jika kita konversi ke penduduk Gayo Lues 92.000 jiwa, kebutuhan beras 120 kg jiwa/tahun dan rendemen padi skitar 60%.
Artinya Gayo Lues surplus sekitar 50 ribu ton padi per tahun, untuk ini hendaknya tidak keluar dalam bentuk padi tapi bentuk beras, oleh karena itu harusnya sudah ada pabrik modern untuk menghasilkan beras berkualitas.

Masalah utama selama ini Gayo Lues adalah belum mampu menyediakan benih sendiri, baru tahun ini distan aceh menyediakan benih padi melalui penangkar di Gayo Lues, baik melalui dana APBN, APBA maupun APBK, total seluas 68 ha setara 272 ton benih padi, dan ini terpenuhi skitar 10.000 ha sawah, klo pun tdk cukup hanya skitar 50 ton benih lagi. Selain itu masalah pemupukan belum tepat jenis, belum tepat volume dan belum tepat waktu aplikasi, sehingga produktivitas belum optimal juga, pada bagian pendampingan oleh penyuluh menjadi sangat penting. Untuk menjadikan Gayo Lues sebagai produsen beras di wilayah tengah, perlunya kerja sama dari berbagai pihak.
Sumber :
1.    Data Profil Gayo Lues 2015
2.    RPJMD 2012-2017
3.    Diskusi Online Forum Diskusi Gayo Lues


Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:41:23    klik: 434

Fantastic : Muri Hitung Penari Saman Ternyata Ini Jumlahnya

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:37:19    klik: 414

Pak Presiden Tolonglah Datang Lihat Tari Saman 10001 Peserta di Gayo Lues

Jumat, 4 Agustus 2017 | 21:06:42    klik: 334

Inilah Hasil Sementara Tournament Bupati Cup Gayo Lues

Senin, 7 Agustus 2017 | 19:26:18    klik: 268

Bupati Cup : Kutalintang A Tekuk Pospa Penampaan 1-0

Senin, 14 Agustus 2017 | 14:26:56    klik: 196

Gubernur Irwandi : 20 Ribu Penari Saman Se Aceh Kenapa Tidak ?


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb