http://alabaspos.com/
Home  / Opini / Kenapa Nasib Honorerer Selalu Dilupakan ?
opini

Kenapa Nasib Honorerer Selalu Dilupakan ?

Oleh : Azhari Lubis
Rabu, 26 Februari 2014 | 19:19:26
Azhari Lubis
Aneh memang aturan dinegeri ini,orang yang bekerja dan aktif membantu pemerintah,selama bertahun tahun,bahkan ada yang sudah mengabdi hingga diatas dua puluh tahun,namun nasibnya tidak berubah gelar sebagai tenaga honorer tidak juga berubah sebagai Pegawai Negeri Sipil,padahal ketika ada penerimaan CPNS dari jalur umum,tidak sedikit yang lulus,tanpa sebuah pengabdian,ditambah lagi ada indikasi tenaga honorer bodong,lulus sebagai CPNS, sedangkan yang mengabdi membantu pemerintah dalam waktu yang lama,hanya mengisap jempol,ketika pengumuman tidak dinyatakan lulus.

Melihat fenomena seperti ini memang menimbulkan pertanyaan,ada apa dengan aturan negeri ini ?,kenapa orang yang selama merupakan pahlawan,menerima gaji yang minim hidup dengan seadanya,mengabdikan diri sebagai tenaga kesehatan,pendidikan  di kawasan pedalaman,menempuh berbagai kendala dan rintangan,demi melayani masyarakat,membantu program pemerintah,nasibnya sangat buruk,tidak ada upaya yang memperhatikannya,walau terkadang menerima gaji yang tak seberapa,itupun terkadang harus diterima tiga bulan sekali,namun semangat pengabdian tidak pernah kendur,berjalan kaki,naik sepeda,atau dengan sampan,mereka tempuh untuk memberikan pelayanan kesehatan,maupun mendidik generasi negeri,keikhlasan pengabdian tenaga honorer ini,lebih banyak untuk mencari amal semata,sedangkan rupiah yang diharapkan,selalu lama untuk ditunggu,sedangkan PNS lainnya,hidup subur dan makmur di ibukota Kabupaten,Ibu Kota Provinsi,maupun di Ibu Kota Negara,setiap hari libur,sebagian dari mereka dapat piknik dengan mobil pribadi,yang entah dari mana uang untuk membeli kenderaan yang harganya ratusan juta itu,sedangkan tenaga honorer dikawasan pedalaman,tidak mengenal libur sebab hari libur datang,mereka sendiri tidak tahu mau pergi libur kemana,apalagi dengan keterbatasan kondisi koceknya.


Nasib tenaga hononer terkesan tidak pernah berubah sejak dahulu,mereka mengabdi bagi Negeri,sedangkan nasibnya mirip seperti kerakap tumbuh di batu,hidup segan matipun tak mau,mereka adalah pejuang mereka adalah pengabdi negeri,pelayan pendidik generasi bangsa,jauh dipedalaman sana,apakah penguasa dinegeri ini sudah  menutup mata atas keberadaan mereka ?,kita selalu diajarkan untuk menghargai pengabdian seseorang,atas pengabdianya bagi Bangsa dan Negara,namun seorang pengabdi bagi Bangsa dan Negaranya,bukan mendapat penghargaan,melainkan disisihkan begitu saja,teringat dengan seorang anak bangsa membela Indonesia saat terjadinya peristiwa di Timor Timor (timor leste),pengabdian dan perjuangannya bagi Indonesia,menuai hadiah dijeruji besi.

Demo yang dilakukan oleh tenaga honorer yang tidak lulus,yang menyulut berbagai daerah di Indonesia,membuktikan bahwa nasib mereka tidak diperhatikan,emosi,,,? namanya juga manusia,rasa emosi pasti ada,ketika mereka menemukan ada yang tidak layak,dan diduga sebagai honorer bodong,lulus sebagai CPNS,sedangkan yang benar benar aktif bekerja belasan tahun,harus menanggung beban moral dan perasaan,adilkah seperti ini ?.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Nepotisme masih bercokol dinegeri ini,reformasi masih jalan ditempat,untuk membuat sebuah surat keterangan sebagai honorer sangatlah mudah,apalagi menjelang adanya ujian CPNSD,cukup dengan sepotong surat keputusan seorang pejabat,yang menyatakan seseorang adalah pegawai honorer,dengan berkas yang disunglap termasuk absensi,orang itu sudah dapat menerima kartu peserta ujian CPNSD dan boleh ikut Ujian.

Jika melihat aksi demo honorer K2 di Aceh Barat beberapa waktu lalu,dikabarkan seorang honorer K2 harus merenggang nyawa,ketika saat ikut menyampaikan aspirasinya di Kantor BKD setempat,honorer wanita itu pingsan,namun akhirnya meninggal dunia.

Pernah pemerintah mengamati kenapa hal ini bisa terjadi ?.tentunya dapat dikaji dan diamati,kesedihan yang mendalam serta kekecewaan yang berat,membuat seseorang itu bisa depresi,hingga akhirnya berdampak ke jantung.apakah hal seperti yang diinginkan oleh pengambil keputusan di negeri ini?.adakah oarang lain yang bersuara keras,untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer ini ? .

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Senin, 21 Agustus 2017 | 20:25:18

Bendera RI Terbalik : Malaysia Jangan Cari Gara Gara

TERPOPULER

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:41:23    klik: 443

Fantastic : Muri Hitung Penari Saman Ternyata Ini Jumlahnya

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:37:19    klik: 426

Pak Presiden Tolonglah Datang Lihat Tari Saman 10001 Peserta di Gayo Lues

Jumat, 4 Agustus 2017 | 21:06:42    klik: 347

Inilah Hasil Sementara Tournament Bupati Cup Gayo Lues

Jumat, 18 Agustus 2017 | 22:43:25    klik: 296

Inilah Tim Yang Akan Berlaga Pada Babak 8 Besar Bupati Cup, Serta Jadwalnya

Senin, 7 Agustus 2017 | 19:26:18    klik: 275

Bupati Cup : Kutalintang A Tekuk Pospa Penampaan 1-0


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb