http://alabaspos.com/
Home  / Opini / Mekarkan ALA dan ABAS Secara Damai Dalam Payung Wali Nanggro ...
opini

Mekarkan ALA dan ABAS Secara Damai Dalam Payung Wali Nanggroe Aceh

Kamis, 28 Februari 2013 | 16:53:22
azhari lubis
Tuntutan pemekaran provinsi Aceh Louser Antara dan Aceh Barat Selatan beberapa bulan belakangan ini,kembali mencuat pergerakan dengan berbagai aksi yang dilakukan oleh kaum mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Singkil,Kota Subulussalam,Gayo Lues Aceh Tenggara,Bener Meriah,dan Aceh Tengah,terus bergulir untuk menuntut pemekaran Provinsi ALA,merebaknya kembali tuntutan pemekaran tersebut merupakan dampak dari Qabun Wali Nanggroe(WN) dimana masyarakat diluar suku Aceh merasa kurang nyaman sebab disebutkan dalam qanun itu,WN wajib fasih berbahasa Aceh,padahal penduduk Aceh merupakan multi etnis,terutama dikawasan pesisir barat,aceh bagian tengah,dimana etnis tersebut tidak mampu berbahasa Aceh mereka punya bahasa daerah sendiri,inilah menjadi salah satu pemicu meriaknya kembali tuntutan pemekaran Provinsi ALA,munculnya WN menimbulkan sebuah apriori bagi suku dan etnis diluar Aceh yang hidup di Aceh,padahal suku dan etnis tersebut merupakan bagian dari Aceh.

Pemekeran Provinsi ALA sejak 2004 lalu sudah menjadi masukan di DPR RI kemudian telah beberapa kali dilakukan pembahasan di komisi II,bahkan Draft Rencana Undang Undang dari pemekaran ALA sudah pernah dibuat,mulai dari peta batas wilayah hingga Ibu Kota Provinsi sudah masuk dalam Draft RUU itu,namun Pemerintah masih bersikeras untuk menggunakan PP 78 soal Pemekaran salah satu syaratnya adalah Rekomendasi Gubernur dan Ketua DPR Aceh,sedangkan pihak DPR RI ingin pemekaran ALA adalah Inisiatif dari DPR RI kala itu,perkutatan masalah inilah hingga sekarang pemekaran ALA masih abu abu,saat Aceh masih dalam kondisi Konflik Pemerintah Pusat berkeinginan memekarkan ALA sebagai benteng NKRI,namun ketika Aceh Damai masalah Pemekaran ALA hilang tanpa bekas,saat Gubernur Aceh dijabat oleh Azwar Abu Bakar,KP3 ALA dan mahasiswa pernah audensi untuk meminta Rekomendasi namun saat itu Azwar Abu Bakar buang badan,kalau DPR Aceh Memberikan Rekom terlebih dahulu  saya juga akan memberikannya,kemudian Rombongan KP3 ALA dan Mahasiswa serta pemuda dari ALA,melakukan aksi  di DPR Aceh,saat itu Mei 2005 diterima Wakil Ketua DPR Aceh Raihan Iskandar,dan berjanji membawa masalah ALA di DPR Aceh,ini juga tidak diketahui endingnya,hanya sekedar janji,aksi lebih besar menuntut pemekaran ALA dilakukan di Jakarta mulai dari Istana Presiden dan wakil Presiden hingga gedung DPR RI,jika DPR RI saat itu menerima baik aspirasi masyarakat ALA dan siap memperjuangkannya,namun wakil presiden saat Jusuf Kalla,hanya mengintip dari jendela kantornya ketika masyarakat ALA melakukan Aksi demo di kantor Wapres.beberapa statemen yang pernah dikeluarkan oleh JK tidak pernah menyetujui pemekaran ALA dengan alasan Aceh mendekati perdamaian,dimana JK ada dibelakang perdamaian Aceh,JK tidak ingin perdamaian Aceh terganggu dengan adanya pemekaran ALA,walaupun sejarah membuktikan saat Pemilu 2009 Partainya JK ambruk di Aceh.


Didalam NKRI yang memang memisahkan diri dari NKRI merupakan hal yang dilarang dalam Undang Undang,namun untuk pemekaran daerah tidak siapapun yang dapat menghalanginya,jika itu merupakan jalan untuk kesejahteraan Rakyatnya,begitu juga dengan tuntutan masyarakat ALA maupun ABAS (aceh barat selatan),bahkan ada dua Provinsi di Indonesia lahir tanpa pertolongan Rekomendasi Gubernur maupun DRPDnya seperti Provinsi Banten dan Kepulauan Riau.kedua Provinsi itu saat ini telah berjaya bahkan mampu mengimbangi Provinsi Induknya hanya dalam beberapa tahun saja.lalu timbul pertanyaan apakah ALA maupun ABAS hanya dijadikan eskalasi politik tawar antara Aceh dan Jakarta ? saat Aceh ribut ingin merdeka ALA dan ABAS dijadikan bumper NKRI oleh Jakarta,setelah Aceh Damai ALA dan ABAS tidak pernah lagi disinggung apalagi untuk dilahirkan.menyakitkan memang.

Berangkat dari pengalaman yang lalu seharusnya masyarakat ALA dan ABAS sudah dapat memilah mana kawan yang punya kepentingan sendiri atau kawan yang punya kepentingan lain,kalau diharapkan Jakarta untuk melahirkan ALA dan ABAS bukan tidak mungkin sudah tertutup rapat,namun kelahiran ALA dan ABAS bukan tidak mungkin bisa dilahirkan sendiri oleh Aceh,artinya dengan adanya wali nanggroe ( Wali negara Aceh) apakah sebagai simbol budaya atau simbol politik Aceh tidak mungkin dalam satu kawasan kekuasaan wali negara hanya ada satu Gubernur paling tidak ada tiga Provinsi tiga Gubernur dalam wilayah Kewalian Nanggroe,sehingga keberadaan wali nanggroe tersebut benar benar merupakan payung bagi Aceh,sedangkan sistem pemilihan Wali Nanggroe dilakukan secara bergiliran dari masing masing Provinsi dengan priode yang disepakati,layaknya seorang Raja di negara Malaysia dimana sultan dari negara bagian secara bergilir menjadi Raja Malaysia.

Dengan adanya tiga Gubernur di Aceh dengan payung seorang Wali Nanggroe maka percepatan menuju Aceh yang Makmur,sejahtera dan berkeadilan tentunya akan cepat tercapai dengan membuka seluruh kawasan di Aceh hingga saling terhubung,begitu juga dengan budaya dan politik dapat terbina dengan baik,dan apa yang tertuang dalam UUPA dimana sebagian hak Aceh yang telah dilimpahkan oleh Jakarta dapat dijalankan dalam pemerintahan Aceh.jika ini dapat dijadikan solusi kenapa tidak Provinsi ALA dan ABAS dilahirkan oleh Aceh sendiri ?


Penulis  : Azhari Lubis

Tinggal  : di Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues

Share | Get Earn Money from Chitika Premium

1 Comment(s) about this article.
1. Taofan | 11/04/2014. 23:09:14
PAk, apa sebaiknya buat perwakilan di jakarta dan menjadikan hal ini sebagai ISU nasional. Saya fikir akan banyak warga negara Indonesia yang mendukung jika sudah menjadi ISU nasional. Sukses

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Senin, 21 Agustus 2017 | 20:25:18

Bendera RI Terbalik : Malaysia Jangan Cari Gara Gara

TERPOPULER

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:41:23    klik: 443

Fantastic : Muri Hitung Penari Saman Ternyata Ini Jumlahnya

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:37:19    klik: 426

Pak Presiden Tolonglah Datang Lihat Tari Saman 10001 Peserta di Gayo Lues

Jumat, 4 Agustus 2017 | 21:06:42    klik: 347

Inilah Hasil Sementara Tournament Bupati Cup Gayo Lues

Jumat, 18 Agustus 2017 | 22:43:25    klik: 296

Inilah Tim Yang Akan Berlaga Pada Babak 8 Besar Bupati Cup, Serta Jadwalnya

Senin, 7 Agustus 2017 | 19:26:18    klik: 275

Bupati Cup : Kutalintang A Tekuk Pospa Penampaan 1-0


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb