http://alabaspos.com/
Home  / Opini / PSGLku sayang PSGLku Malang Akhirnya Kandas di Modal
opini

PSGLku sayang PSGLku Malang Akhirnya Kandas di Modal

Kamis, 21 Februari 2013 | 19:44:46
Azhari Lubis
Apa lagi mau dikatakan akhirnya PSGL Persatuan Sepak bola Gayo Lues harus mampu menahan isak tangisnya,karena prestasi yang dibangun secara susah payah sejak berlaga di Divisi III,II dan I hingga mengikuti kompetisi Divisi Utama ISL tahun 2011/2012,walaupun menjadi juru kunci dalam ajang pesta sepakbola Nasional tersebut,namun dalam kompetisi berikutnya tahun 2013 ini,PSGL harus duduk manis tanpa ikut dalam pergulatan sepak bola indonesia,kenapa hal ini bisa terjadi tidak lain karena uang untuk modal berlaga dalam kancah Divisi Utama tahun 2013,tidak ada karena pemerintah tidak memperbolehkan lagi penggunaan  APBK membiayai klub yang masuk dalam laga profesional seperti Divisi Utama atau Liga Utama.

Untuk musim tahun 2011/2012 lalu saja PSGL yang dikomandani oleh Drs.Wahab Makmur ini harus berjibaku untuk mencari dana selama kompetisi,dengan meminta bantuan dari berbagai pihak sehingga dengan ngos ngosan PSGL berhasil juga ikut sampai akhir kompetisi walaupun dengan hasil yang tidak memuaskan dengan posisi akhir PSGL hanya menjadi juru kunci.

sejak berakhirnya kompetisi Divisi Utama ISL tahun lalu,hingga saat ini PSGL sama sekali tidak ada kegiatan Klub yang dijuluki harimau louser ini diam seribu bahasa,tidak ada latihan tidak ada kegiatan apapun,kesannya sudah mati suri,bahkan kepengurusan yang sudah habis masa kerjanya pada bulan maret 2012 lalu,belum juga ada musda untuk membentuk kepengurusan baru,pencinta sepakbola di negeri bergelar seribu bukit ini pun bertanya,ada apa dengan PSGL riaknya tidak jelas,kepengurusan yang sudah habis masa kerjanya juga dibiarkan tanpa ada indikasi kearah melakukan Musda,membentuk pengurus baru.

Jika terus begini memang sangat disayangkan,apalagi prestasi PSGL yang sudah memasuki tahap level II sepakbola Nasional,ini merupakan sebuah kebanggaan dan sangat disayang jika hal ini terus dibiarkan,seharusnya pihak PSSI setempat atau KONI Kabupaten Gayo Lues dapat menegur atau meminta untuk melakukan Musda bagi kepengurusan PSGL,sehingga dengan kepengurusan baru bukan tidak mungkin ada solusi jalan keluar bagi PSGL untuk berkiprah dalam kancah sepak bola nasioanal untuk membawa kebanggaan bagi Kabupaten Gayo Lues.

Seyogianya uang atau modal bukanlah segalanya untuk sebuah prestasi,namun dari niat baik semua pengurus untuk mengelola dan memaneg Klub dengan bagus,bukan jadi ajang cari untung tetapi ihklas berkorban,dan mampu mencari donatur,jika APBK tidak dapat digunakan.

Ketika PSGL selesai mengikuti Kompetisi Divisi Utama Tahun lalu,tentunya sudah berpikir bahwa dana akan sangat susah untuk menopang PSGL apalagi untuk membeli pemain asing atau pemain luar daerah pada musim berikutnya,namun bukan serta merta mematikan kegiatan Klub,namun berusaha untk keluar dari berbagai permasalahan,pertama melaksanakan Musda pilih pengurus yang benar benar mengerti memaneg klub sepak bola,bukan karena pejabat atau memiliki posisi empuk dipemerintahan,yang kedua pengurus baru dapat merekrut pemain lokal,dan melakukan pembianaan dengan pelatih yang murah namun memiliki tangan yang dingin membina anak asuhannya.paling tidak selama satu tahun,begitu juga dengan pelatih fisik yang dapat meminta bantuan dari personil TNI.

Dengan pembinaan selama satu tahun bukan tidak mungkin pemain lokal dari Gayo Lues akan mampu memiliki karakter sebagai pemain bola,tentunya pembinaan mental pemain jangan dilupakan,sebenarnya pemain lokal Gayo Lues secara alami telah tertempa oleh alam ini kalau dilihat dari fisiknya, hanya tinggal memoles stamina,dan mental pemain,dengan menggunakan pemain lokal maka nilai modal yang akan keluar tentunya sangat kecil jika dibandingkan dengan menggunakan pemain luar atau asing,selama pembinaan setahun pemain cukup diberikan uang saku sekedarnya,puding pemain dan asrama pemain.

Dengan menggunakan pemain lokal maka perhatian masyarakat luas di Gayo Lues akan semakin meningkat dan masyarakat akan mencintai PSGL,dengan membuat berbagai aksoseris PSGL pihak pengurus tentunya dapat mencari dana dari hasil penjualan aksoseris,selain itu dapat mencari donatur dari warga masyarakat yang mencintai PSGL,begitu juga dari perusahaan yang ada di Aceh maupun diluar Aceh,dan salah satu donatur bukan tidak mungkin dari badan budaya dan pendidikan Dunia di PBB yakni Unesco,yang telah mengesahkan Tari saman Gayo Lues sebagai warisan Budaya Dunia tak benda,dengan menjadikan lebel tari saman dibaju PSGL dengan penyertaan Unesco,seperti kostum yang dipakai oleh Klub dari Eropa,saat ini PSGL belum terlambat,jika ada kemauan pecinta sepakbola di negeri ini,apalagi kondisi PSSI dan KPSI saat ini masih dalam perembukan dan seandainya nanti PSSI dan KPSI melebur,bukan mustahil PSGL diminta kembali bergabung dibawah naungan PSSI dalam kancah Divisi Utama,dan bergabung dan berlaga dengan seluruh anggota Divisi Utama yang pernah ada yakni ISL dan IPL.

Penulis Azhari Lubis

Tinggal di Blangkejeren Gayo Lues.





Share | Get Earn Money from Chitika Premium

1 Comment(s) about this article.
1. sebujang gayo | 23/02/2013. 09:57:57
Bubarkan aja PSGL, karena keberadaan PSGL selama ini menghabiskan uang daerah saja, berapa milyar sudah uang daerah terkuras akibat membiayai PSGL, selain itu keberadaan PSGL menjadi momok bagi SKPK, karena setiap PSGL akan melakukan pertandingan tandang

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Senin, 21 Agustus 2017 | 20:25:18

Bendera RI Terbalik : Malaysia Jangan Cari Gara Gara

TERPOPULER

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:41:23    klik: 443

Fantastic : Muri Hitung Penari Saman Ternyata Ini Jumlahnya

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:37:19    klik: 426

Pak Presiden Tolonglah Datang Lihat Tari Saman 10001 Peserta di Gayo Lues

Jumat, 4 Agustus 2017 | 21:06:42    klik: 347

Inilah Hasil Sementara Tournament Bupati Cup Gayo Lues

Jumat, 18 Agustus 2017 | 22:43:25    klik: 296

Inilah Tim Yang Akan Berlaga Pada Babak 8 Besar Bupati Cup, Serta Jadwalnya

Senin, 7 Agustus 2017 | 19:26:18    klik: 275

Bupati Cup : Kutalintang A Tekuk Pospa Penampaan 1-0


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • ACEH TENGGARA
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb