http://alabaspos.com/
Home  / Opini / Habis Ganja terbitlah Sere Wangi
opini

Habis Ganja terbitlah Sere Wangi

Selasa, 22 Maret 2011 | 20:22:12
azhari lubis
Kabupaten Gayo Lues paling terkenal dengan mutu daun ganjanya,dan merupakan mutu terbaik
seantero jagad,sehingga daun surga ini selalu diburu oleh para pedagang pasar gelap,tumbuhan
yang mampu membuat orang berilusinasi setelah menikmati daun haram ini,memang dengan mudah
tumbuh subur di Gayo Lues dengan nama kerennya"barang Blangkejeren".

Menanam ganja bagi masyarakat daerah ini telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu,walaupun
saat ini,komoditi yang ganja sudah dilarang ,baik bagi penanam,kurir maupun pemakai dan
pengedar,namun masih saja sebagian masyarakat enggan meninggalkan,kegiatan ini.pasalnya
selain mudah proses menanamnya,juga mudah menjualnya,walaupun resiko yang dihadapi cukup
besar,baik bagi penanam,maupun kurir yang membawa barang tersebut keluar dari Gayo Lues.

Kondisi masih rapuhnya pemahaman masyarakat terhadap bahayanya daun ganja ini,faktor
kemiskinan serta iming iming mendapat uang dengan cepat dan mudah,membuat sebagian
masyarakat selalu tergiur,padahal yang paling diuntungkan dalam hal ini adalah,para sindikat
,penanam maupun kurir bukan tidak jarang kena tipu,setelah barangnya diterima,tetapi uangnya
tidak diberikan,mau mengadu pada siapa ? ke polisi ? hhmm,bukan tidak mungkin polisi
langsung menangkap sipengadu,serba salah memang.

Dan yang lebih membuat ngiris saat ini,hampir setiap penjara maupun lembaga
pemasyaratan,jika ada orang Gayo Lues didalamnya dipastikan terkena kasus ganja,bukan kasus
lainnya.Sehingga membuat hilangnya tulang punggung keluarga,dampaknya dipastikan kemiskinan
akan semakin bertambah,bukan itu saja saja,kerusakan lingkungan hutan tentunya akan semakin
parah,sebab penanaman ganja dilakukan ditengah hutan belantara,tentunya membuka lahan
hutan,dan kegiatan ini dilakukan dengan cara berpindah,akibat dari kerusakan hutan
ini,tentunya akan berdampak pada bencana yang akan datang,berupa banjir bandang,maupun
longsor.

Gayo Lues telah dianugrahkan oleh Allah SWT,dengan bumi yang yang subur ,Gayo Lues memiliki
dua tipe hutan,yakni hutan berdaun lebar dan hutan berdaun jarum ( pinus merkusi).
Anugrah ini dapat dimanfaatkan sebagai penghasil Dollar,jika benar benar dimanfaatkan dan
diarahkan.

Dari sekian ratus ribu hektar lahan budi daya diluar Taman Nasional Gunung Leuser,Gayo Lues
memiliki lebih dari 90 ribu hektar Hutan pinus merkusi yang masih terawat dengan baik,dan
selama ini sebagian masyarakat Gayo Lues,membudidayakan tanaman serai wangi dibawah kawasan
hutan pinus,tentunya ini merupakan sebuah modal yang cukup signifikan bagi Gayo Lues,dan
Ganja dipastikan akan tergantikan dengan Serai wangi,apalagi saat ini kegunaan minyak serai
wangi semakin multiguna,bukan hanya sebagai obat gosok semata,tetapi minyak serai sudah
dapat dijadikan sebagai bahan baku sabun medis,anti gatal,jerawat dan lainnya,sehingga harga
minyak serai terus naik secara tajam,dan selalu berada diatas Rp 100 ribu perkilogramnya.

Dari pembicaraan penulis dengan petani minyak serai wangi,untuk satu hektar kebun serai
wangi,akan memproleh 150 kilogram minyak serai,bayangkan jika kawasan hutan pinus seluas 90
ribu hektar ditanami serai wangi,maka produksi minyak serai wangi Gayo Lues akan mencapai 13 500 000 Kg,(13500 ton) dikali harga jual terendah Rp 100 ribu,maka pendapatan dari sektor minyak serai wangi mencapai Rp 1.350.Trilyun. per tiga bulan,jika setahun ? tinggal anda kalikan  saja,bandingkan dengan APBD II Gayo Lues yang hanya berkisar Rp 400 Milyar setahun.menggiurkan memang,dan ini dapat menjadi  andalan bagi perekonomian Gayo Lues,dan uang sebesar ini jelas akan kembali ke Gayo Lues setelah dijual kepada pembeli.bayangkan dengan uang sebanyak itu,bukan tidak mungkin Gayo Lues termasuk daerah terkaya dan Serai wangi menjadi primadonanya.

Untuk menjadikan ini sebuah kenyataan,bukanlah hal yang sulit tergantung siapa yang orang pengambil kebijakan di daerah ini, dan bagaimana caranya mengelola itu semua ? sehingga aroma serai wangi mampu mengalahkan aroma ganja,dan kawasan hutan pinus dapat terjaga dengan baik sebagai hutan ciri khas Gayo Lues

Penulis : Azhari Lubis.

Tinggal di Blangkejeren Gayo Lues.




Share | Get Earn Money from Chitika Premium

Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!

BERITA LAINNYA

Sabtu, 25 Oktober 2014 | 15:06:23

Di Gayo Lues Sunat Massal Ramaikan HUT Golkar Ke 50

Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:16:13

Kankemenag Pidie Salur Kenderaan untuk KUA

TERPOPULER

Kamis, 2 Oktober 2014 | 21:43:39    klik: 298

Cerita Lain Runtuhnya Gunung Tangsaran

Kamis, 2 Oktober 2014 | 21:39:51    klik: 203

Badan Jalan Negara Di Kota Blangkejeren Kupak Kapik

Sabtu, 4 Oktober 2014 | 23:21:59    klik: 203

Puskemas Di Gayo Lues Krisis Obat

Rabu, 1 Oktober 2014 | 19:14:43    klik: 185

Satu Unit Rumah Terbakar Di Kampung Badak

Senin, 20 Oktober 2014 | 21:14:13    klik: 172

Akibat Longsor Gayo Lues sempat Terisolasi


copy right 2010-2012. All Rights Reserved
  • Home
  • Redaksi
  • Buku Tamu
  • Index
  • RSS
  • Versi Mobile

  • Headline
  • Aceh Louser Antara
  • Aceh Barat Selatan
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Sosial Ekonomi
  • Sport
  • Seni Budaya
  • Infotaiment
  • Sportaiment
  • Profil Tokoh
  • Wawancara
  • Profil Daerah
  • Pariwara
  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Features
  • Sumut
  • Opini
  • Jurnalis Warga
  • BACK TO TOP
    proudly by. arieweb