Dituduh Melakukan Pengancaman Pada Bupati,Mantan Timses Bupati Gayo Lues Jadi Tersangka
Selasa, 26 Juni 2018 | 22:43:31

dok azhari lubis/alabaspos / Muhammad Amru Bupati Gayo Lues
Blangkejeren(alabaspos), Kegaduhan antara AS 42 tahun  selaku mantan timses Bupati Gayo Lues Pilkada 2017 lalu, dengan Muhammad Amru sebagai Bupati terpilih priode 2017-2022, bermuara pada proses hukum, pasalnya Muhammad Amru selaku Bupati Gayo Lues merasa adanya pengancaman pembunuhan terhadap dirinya oleh mantan pejuangnya pada Pilkada lalu, dan akhirnya Muhammad Amru melaporkan AS ke Polres Gayo Lues.

Laporan Muhammad Amru yang diterima oleh Satreskrim pada bulan Ramadhan lalu, bahkan informasi yang diterima media ini, Muhammad Amru selaku pelapor dilakukan di Pendopo Bupati, untuk memberikan keterangan kepada polisi.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrimnya Iptu Eko Randi Oktama SH, selasa 26/6 saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa AS setelah dilakukan pemeriksaan selama enam jam dan gelar perkara akhirnya ditahan di Mapolres, alasan penahanan AS sebut Iptu Eko Randi Oktama, adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan mengulangi tindak pidana, dan saksi yang sudah diperiksa sebut Kasat Reskrim Polres Gayo Lues itu, sebanyak enam orang saksi termasuk pemeriksaan dan pendapat saksi ahli, tersangka sebut Eko Randi Oktama terancam dengan pasal 335 dan 368 KUHP.


Saat ditanyakan via WA nya apa saja alat bukti yang sudah disita Penyidik terhadap kasus yang menimpa AS, Kasat Reskrim belum memberikan jawaban hingga berita ini dimuat.

AS sendiri sebelumnya menyampaikan kepada awak media ini, bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud melakukan pengancaman, apalagi mengancam untuk membunuh Muhammad Amru, sebagai mantan timses Muhammad Amru AS merasa sangat kecewa, sebab sudah delapan bulan lebih kepemimpinan Muhammad Amru, kondisi masyarakat bukannya lebih baik, tetapi semakin sulit, janji janji Muhammad Amru dan Said Sani saat Pilkada lalu, belum terlihat realisasinya, bahkan anggaran daerah tidak jelas pengggunaannya, untuk Tim Task Force menelan anggaran Rp 1 Milyar lebih, fungsi dan manfaat tim itu belum jelas dimasyarakat, bukan itu saja sebut AS, janji janji Kampanye lalu, soal bantuan untuk janda, anak anak sekolah, orang miskin apakah sudah tersalur ?, 

"saya bukan mau membunuh orangnya tetapi membunuh karakternya, karena janji politik saat kampanye dan sumpah di Masjid Asal Penampaan wajib direalisasikan, itu salah besar kalau saya mengancam mau membunuh orangnya, memang saya ada mengatakan tetapi bukan mengancam untuk membunuh orangnya, tetapi membunuh karakternya, agar menepati janji politiknya" ujar AS.