Wabup Gayo Lues : Jadikan RPJM Sebagai Dasar Pembuatan RAPBK Dan Dasar Kebijakan
Selasa, 3 April 2018 | 09:01:07

dok azhari lubis/alabaspos / Wabup Gayo Lues Said Sani, saat menyampaikan sambutan pada akhir sidang Peripurna RPJM
Blangkejeren(alabaspos), Wakil Bupati Gayo Lues Said Sani menekankan agar seluruh SKPK di jajaran pemkab Gayo Lues, menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagai landasan untuk pembuatan APBK maupun kebijakan daerah, hal ini disampaikan Said Sani dalam sambutannya pada akhir sidang Paripurna RPJM oleh DPRK setempat senin 3/4.

" Untuk pencapapain maksimal dari Visi dan Misi Bupati dan wakil Bupati Gayo Lues priode 2017-2022, RPJM yang telah disahkan oleh DPRK, tentunya akan diserahkan kepada Gubernur Aceh melalui Bappeda Aceh, agar dapat disesuaikan dan diselaraskan nantinya, ketika akan dilakukan penyampaian RAPBK atau kebijakan daerah lainnya, seluruh jajaran SKPK dalam hal menyampaikan perencanaan maupun program dalam Satuan kerjanya masing masing, harus berpijak dan berdasar dari RPJM yang telah ada, kita tidak mungkin dapat lagi menerima sebuah program yang diluar RPJM, jangan ada lagi pengusulan perencanaan atau program untuk dimasukkan dalam RAPBK, diluar dari RPJM, ini perlu saya sampaikan kepada semua jajaran SKPK, kedepannya dalam membangun Gayo Lues ini, haruslah dengan data yang jelas, jangan lalukan eksperimen kepada masyarakat, yang hasilnya selalu tidak terlihat, kita membangun dengan data, siapa yang layak dibantu untuk meningkatkan ekonominya, harus dengan data yang jelas, harus ada pemetaan kondisi dari sebuah kawasan dan masyarakatnya, sehingga dengan demikian kita akan mengetahui kondisi real yang ada ditengah masyarakat tersebut" ujar Said Sani.

Pada sisi lainnya Said Sani menyampaikan apa yang menjadi kritik dari Anggota Dewan termasuk masalah pendidikan, merupakan kritik membangun Pemerintah dan jajarannya, kritik tersebut adalah untuk mengayomi,melindungi dan melayani masyarakat Gayo Lues, termasuk mengoptimalkan pendidikan dan kesehatan.

"Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Kesehatan, ini bukanlah hal hal yang lain, tetapi ini adalah untuk memotivasi kepada kita, semoga situasi dan kondisi, apalagi Dinas Pendidikan dan Kesehatan merupakan urusan wajib, sehingga kita perlu turun kelapangan apa yang dihadapi masyarakat,dan apa yang menjadi kendala disetiap sekolah, kita inginkan agar proses belajar dan mengajar bisa terlaksana dan juga dalam waktu dekat, para guru PPTK, akan ditempatkan, tetapi tidak lepas dari kebutuhan sekolah tersebut, sehingga sistem anggaran akuntabel dan efisien serta transparan" tegas Said Saini.(azl)