SDN Lesten Tanpa Guru, Ini Kata Kadis Dikjar Gayo Lues
Sabtu, 27 Januari 2018 | 06:50:20

dok istimewa / Anggota Babinsa menggantikan Guru di SDN Lesten
Pining(alabaspos), Proses belajar dan mengajar di SDN 8 Pining yang berada di Kampung Lesten, seperti dikatakan Danramil Pining Lettu Sitinjak, terhambat akibat tidak adanya guru sehingga Babinsa setempat mengambil alih, menjadi guru di Sekolah yang masih masuk dalam kawasan desa terpencil itu, Apa yang dilakukan oleh Babinsa sudah disampaikan kepada Dandim, ujar Sintinjak dan hal ini diaminkan Dandim 0113 Letkol Inf Muhammad Faizal Nasution.

"Kita hanya sekedar membantu agar proses belajar dan mengajar di sekolah itu, tidak berhenti sehingga anggota Babinsa ditugaskan untuk sementara, ini merupakan rasa kepedulian kita, agar anak anak di Lesten tetap masuk sekolah" ujar Dandim 0113 disela sela pembukaan pasar terpadu Blangkejeren 25/1.

Adanya anggota Babinsa yang menjadi guru di SDN Lesten, diakui oleh Kadis Dikjar Anwar Spd, kepada alabapos Anwar mengakui bahwa kondisi di SD Lesten, selama ini proses belajar disana ada guru honor beberapa orang, sedangkan guru PNS tidak ada kecuali kepala sekolahnya, memang beberapa waktu lalu ada guru PNS, namun karena sesuatu hal guru PNS itu dinotakan ke SDN Pining, pada 31 Desember lalu keluar Perbub yang memberhentikan seluruh honorer di Kabupaten Gayo Lues, menunggu adanya Honorer baru selesai di seleksi kembali, tentunya akan ditugaskan kembali di Lesten.

"sebenarnya ada perintah Bupati agar Kepala Sekolah membuat surat tugas kepada honorer yang telah diberhentikan, ini dilakukan agar proses belajar mengajar tidak terganggu, namun saya tidak mengetahui apakah kepala sekolah melakukannya atau tidak, soal adanya Anggota Babinsa yang menjadi pengajar di SD Lesten sudah kami ketahui dan sudah dilaporkan sebelumnya, kami berterima kasih atas perhatian dari satuan TNI ini, namun itu hanya sementara saja setelah adanya guru Honorer semua sekolah yang kekurangan guru akan tercukupi walaupun tidak seluruhnya, sebab Gayo Lues butuh 597, yang diterima 400 orang, namun demikian kekurangannya nanti akan direkrut kembali dengan menggunakan dana rutin dan dana BOS" ujar Anwar Spd.(azl)