Upacara Peringatan HAI ke 52 Di Gayo Lues Molor Dari Jadwal
Rabu, 15 November 2017 | 14:12:49

dok alabaspos/azhari lubis / pelajar Sekolah Dasar yang berada di tribun terbuka.
Blangkejeren(alabaspos), Upacara memperingati hari aksara internasional yang ditetapkan oleh Unesco diperingati pada tanggal 8 september setiap tahunnya, namun untuk Kabupaten Gayo Lues yang dijadikan sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan HAI Seprovinsi Aceh, berlangsung hari ini rabu 15 Nopember 2017, lebih dua bulan dari tanggal yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan upacara sekaligus pembukaan pameran dari 23 Kabupaten dan Kota Ae aceh khususnya dari Dinas pendidikan, dengan mendirikan stand dilokasi lapangan parkir stadiun seribu bukit Blangkejeren, sedangkan pelaksanaan upacara dilakukan di dalam stadiun.

Upacara sekaligus pembukaan kegiatan dalam rangka memeriahkan hari aksara internasional tersebut, dipimpin oleh staf ahli Gubernur Aceh bidang pendidikan, dan didampingi Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru, seyogianya Upacara itu dipimpin oleh Gubernur atau Wakil Gubernur, dari informasi yang diterima media ini, Gunernur dan Wakil Gubernur berhalangan hadir, sehingga diwakilkan kepada staf ahlinya.

Jadwal dalam undangan, upacara sekaligus pembukaan  pameran dilaksanakan pada pukul 8.30 Wib namun nyatanya acara dimulai pukul 10.30 WIB, dimana rombongan Staf ahli Gubernur dan Bupati Gayo Lues tiba di lokasi sekitar pukul 10: 18 WIB.

Molornya jadwal upacara dan pembukaan pameran pendidikan, sempat membuat gelisah peserta hadir yang didominasi oleh pelajar sekolah dasar hingga pelajar tingkat SLTA, serta ribuan aparatur sipil negara (ASN), yang berada di podium tertutup dan terbuka stadiun seribu bukit.

Semula sejak pukul 8:30 stadiun mulai dipenuhi oleh peserta khususnya para pelajar yang sengaja diliburkan dari kegiatan belajar dan mengajar, namun molornya waktu upacara tidak sedikit peserta mulai meninggalkan lokasi. namun demikian pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib dan aman, Berapa peserta upacara sempat menyatakan kekecewaannya, atas molornya waktu dari jadwal yang telah disampaikan kepada mereka, jika acara tepat waktu, usai upacara tentunya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, begitu juga dengan tidak hadirnya Gubernur atau wakil Gubenur yang disampaikan akan hadir untuk memimpin upacara hari aksara internasional, ternyata hanya diwakili oleh seorang staf ahli.(azl)