TP4D Kejaksaan Gayo Lues Awasi Pelaksanaan PHO Irigasi Tiga Desa
Rabu, 15 November 2017 | 08:46:41

dok alabaspos/azhari lubis / Kasi Intel Kejari Blangkejeren yang juga ketua tim TP4D Dedy Syahputra saat memeriksa hasil pekerjaaan.
Blangkejeren(alabaspos), Tim TP4D Kejaksaan Negeri Blangkejeren di Gayo Lues, dipimpin langsung Kasi Intelnya Dedy Syahputra SH, didampingi Kabid Sungai dan Irigasi Bakri Chanto.ST,serta dari konsultan pengawas, memantau dan mengawasi secara langsung pelaksanaan PHO(provisional hand over atau serah terima hasil pekerjaan setalah pekerjaan selesai seratus persen pada pembangunan Intek dan saluran irigasi Tiga Desa yang berada di Kampung Kuteujung Kecamatan Kuta Panjang selasa 14/11.

Untuk menuju lokasi intek dan saluran peningkatan irigasi yang dibangun oleh PT.Bafadhal Prima ini, tim PHO harus menyelusuri sungai yang saat itu lagi  banjir, dengan menggunakan mobil hardtop doble gardan milik Pengulu Kuteujung Abdul Salam, tim harus rela berguncang seperti dalam kondisi off road melintasi sungai agar sampai ke lokasi, akibat derasnya arus sungai dan air sangat dalam. kenderaan tidak mampu melanjutkan , harus berhenti dan menepi ke pinggiran sungai, kemudian tim melanjutkan dengan berjalan kaki, menyelusuri semak belukar dan pematang persawahan sejauh hampir satu kilometer.

Dilokasi pembangunan peningkatan saluran irigasi dengan pagu anggaran dari dana APBK-DAK senilai Rp 2.818.780.000, tim TP4D melakukan pengukuran volume pekerjaan, baik ketebalan serta panjang saluran irigasi, kondisi intek dan pintu saluran air.

"tiga bulan lalu saat pekerjaan masih berlangsung kami sudah meninjau proyek ini, dan saat dinyatakan selesai seratus persen, kami kembali untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan seluruh volume pekerjaan, apakah sudah sesuai dengan yang ada didalam dokumen pekerjaan, ini harus kami periksa sehingga tidak ada pelanggaran secara hukum, hingga merugikan keuangan negara didalam proyek ini, kami melihat kondisi pembangunan peningkatan saluran irigasi ini, sudah sesuai bahkan ketebalan dinding intek di dokumen pekerjaan 50 centimer, tetapi setelah diukur ada kelebihan 2 centimeter menjadi 52 Centimeter, begitu juga panjang saluran ada kelebihan dua meter, tentunya ini bukan sebuah persoalan, kalau kurang ukurannya tentunya ini bisa menjadi masalah" ujar Dedi Syahputra.

Kabid Sungai dan Irigasi Bakri Chanto ST mengatakan, Pembangunan Intek dan saluran irigasi ini, untuk menggantikan Intek irigasi lama, yang telah hancur diterjang banjir, jika tidak segera dibangun tentunya hamparan lahan persawahan milik masyarakat di tiga desa yakni Kuteujung,Tampeng musara dan Tampeng, tidak akan terairi, dengan adanya intek yang baru ini mudah mudahan produksi padi dikawasan ini akan semakin meningkat. ujar Bakri Chanto.(azl)