Melalui Tari saman Gayo Lues, Indonesia Semakin Di Kenal di Bumi Eropa
Jumat, 27 Oktober 2017 | 17:58:14

dok/ist / Tari saman usai tampil di Munster Jerman
Brusel(alabaspos), Indonesia merupakan negara terkaya akan seni dan budaya, salah satunya adalah seni tari saman asal Kabupaten Gayo Lues, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh Unesco pada tahun 2011 lalu. di ajang Europalia Art festival tahun 2017, Indonesia dijadikan sebagai negara tamu kehormatan dan baru pertama diundang di acara festival seni dan budaya teranyar di Bumi Eropa, yang dilaksanakan dua tahun sekali.

Usai pagelaran 10001 penari saman pada agustus lalu, tari saman semakin dikenal karena diberitakan beberapa media internasional, oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Direktorat Kebudayaan, tari saman Gayo Lues sebagai pemilik asli seni tari saman ini, dijadikan salah satu bagian dari budaya Indonesia untuk tampil di beberapa Negara dan beberapa kota di Eropa, namun pusat kegiatan Europalia art fetival ini berada di Negara Belgia, kemudian dibeberapa negara Eropa lainnya.

Sebagai seni tari yang hidup dibudaya suku Gayo di Kabupaten Gayo Lues, yang lahir dari sebuah peradaban dicelah celah sendi kehidupan masyarakat Gayo, tari saman bukan saja mampu memukau dan membuat decak kagum masyarakat Eropa yang menyaksikan tarian, yang pernah diberi nama oleh Almarhum Ibu Tien Suharto, sebagai tari tangan seribu ini, tetapi mampu membuat kesan tersendiri bagi masyarakat Eropa tentang seni tari saman, yang masih tegar hidup dalam komunitas masyarakat Gayo di Gayo Lues, aplusan dan decak kagum selalu terdengar dimanapun penari saman ini tampil, baik di Brusel maupun dikota lainnya di Belgia begitu juga di Kota Munster Jerman, nama Indonesia menjadi semakin terkenal sebagai Negara terkaya dibidang seni dan budaya,multi etnis dan multi suku bangsa. 

Seperti dikatakan Syafruddin selaku pendamping tim tari saman Gayo Lues, selama hampir sebulan tim tari saman sudah tampil di belasan kota di Belgia, setiap penampilan tari saman selalu mendapat aplusan dan sambutan cukup meriah dari masyarakat Eropa yang meyaksikannya, selain menampilkan seni tari saman juga dilaksanakan lokakarya tentang seni tari saman, sehingga masyarakat Eropa semakin mengerti dan mengetahui, tentang tari saman khususnya tari saman Gayo Lues yang dimainkan oleh kaum pria bukan kaum wanita. Banyak diantara masyarakat Eropa yang mempertanyakan tentang Indonesia, apalagi Tari saman berasal dari Gayo Lues Provinsi Aceh, yang pernah kena bencana Tsunami, jadi kalau diceritakan tentang Aceh yang pernah kena bencana Tsunami, masyarakat Eropa langsung mengerti dan paham tentang Indonesia.

Syafruddin memiliki harapan dengan tari saman yang melanglang buana di Eropa, mampu menjadi daya pikat, bagi masyarakat Eropa untuk berkunjung dan menjadikan Indonesia khususnya Aceh dan Gayo Lues, menjadi destinasi wisata masyarakat Eropa.(azl)