Di Gayo Lues,Harga Cabai Merah Anjlok Hingga Titik Nadir
Minggu, 18 Juni 2017 | 11:21:52

dok/ist / cabai merah
Blangkejeren(alabaspos), Harga cabai merah sejak bulan mei hingga bulan juni 2017 di Kabupaten Gayo Lues, anjlok hingga ketitik nadir, biasanya cabai merah yang merupakan sumber ekonomi sebagian petani di daerah ini, akhir akhir ini semakin terpuruk akibat dari dampak harga cabai merah tersebut, biasanya harga cabai didaerah ini yang dibeli oleh pedagang pengumpul, berkisaran diatas Rp 20 ribu perkilogramnya, bahkan beberapa bulan lalu ketika harga cabai melonjak tajam hingga kisaran harga Rp 40 Ribu, petani cabai Gayo Lues sangat terbantu bahkan sebgaian petani mampu merehab rumah mereka, bahkan ada yang mampu membeli sepeda motor baru dari hasil tanaman cabainya.

"kami sendiri tidak paham dan tidak mengerti kenapa harga cabai begitu sangat anjlok, kami hanya berani membeli dari petani pada kisaran harga Rp 3000 ribu perkilogramnya, sedangkan kami menjualnya pada tingkat agen di Blangkejeren atau dikirim ke Medan harga cabai kisaran Rp 4000 atau Rp 5000, belum lagi dipotong biaya kirimnya, memang yang paling terpukul anjloknya harga cabai adalah petani, sebab tidak lagi sesuai dengan biaya produksinya, jelas mereka rugi saat panen sekarang ini" jelas seorang agen pengumpul cabai di Blangkejeren.

Beberapa petani cabai ditemui media ini mengatakan, anjloknya harga cabai pukulan berat bagi mereka, apalagi menghadapi ramadahan dan lebaran, begitu juga dengan waktunya anak anak mereka akan kembali masuk sekolah, tentunya harus memiliki modal yang cukup, namun tanaman cabai yang diharapkan akan membantu ekonomi petani ini, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Melihat kondisi ini harusnya pemerintah mampu memberikan solusi agar petani tidak mengalami kerugian dan berdampak munculnya keluarga miskin baru (azl)